7 Butir Nota Kesepakatan NW Anjani dan Pancor
Poto: RTGB Lalu Gede Muhammad Zainudin Atsani dan TGB.Muhammad Zainul Majdi Menunjukkan Nota Kesepahaman kedua Belah Pihak

7 Butir Nota Kesepakatan NW Anjani dan Pancor

Lombok Timur – Sejarah baru mewarnai perjalanan Organisasi Massa Islam terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat Nahdlatul Wathan yang didirikan oleh Maulana Syeikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainudin Abdul Majid pada 1 Maret 1953 Masehi.

Kubu Pancor dan Anjani yang berseteru konflik selama kurun waktu yang cukup lama akhirnya menemukan titik kesepakatan bersama untuk merajut kembali puing-puing persaudaraan yang sempat tercerai berai akibat konflik interest yang telah berlangsung selama hampir 23 tahun sejak tahun 1997 silam.

Perseteruan, Konflik dan dualism kepengurusan diakhiri dengan kesepakatan berdamai antar kedua kbu yakni kubu NW Pancir dan Kubu NW Anjani.

Selasa 23 Maret 2021 di Kota Mataram pengurus dua kubu Ormas Nahdlatul Wathan bertemu dan difasilitasi oleh Kementerian Hukum dan HAM dan Polda NTB, Bersepakat untuk islah dan menyudahi perseteruan.

Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Direktur Jendral Administasi Hukum Umum kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Cahyo Rahadian Muzhar didampingi Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal.

Dalam pertemuan ini ditandatangani akta kesepahaman antara NW Pimpinan Raden Tuan Guru Bajang KH.Lalu Gede Muhammad Zainudin Atsani dan Tuan Guru Bajang Dr.KH.M.Zainul Majdi, menghasilkan 7 butir nota kesepahaman yakni,

  1. RTGB Lalu Gede Muhammad Zainudin Atsani tetap melanjutkan NW yang didirikan oleh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainudin Abdul Majid berkedudukan di Mataram Nusa Tenggara Barat,
  2. Sementara TGB. Muhammad Zainul Majdi mendirikan perkumpulan baru bernama Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah atau NWDI berkedudukan di Pancor Lombok Timur.
  3. Kedua pihak memiliki kesetaraan dalam melanjutkan perjuangan dibidang pendidikan, social dan dakwah yang dilakukan Nadlatul Wathan
  4. RTGB Lalu Gede Muahmmad Zainudin Atsani menggunakan lambing dan bendera Nahdlatul Wathan sedangkan TGB.M.Zainul Majdi menggunakan lambing dan bendera yang berbeda.
  5. Kedua belah pihak harus saling menjaga hubungan baik, Saling menghormati dan mengakui legalitas dan keabsahan masing-masing dalam mewujudkan cita-cita Tuan guru Kyai Haji Muhammad Zainudin Abdul Majid Pendiri perkumpulan Nahdlatul Wathan.
  6. Kedua pihak juga bersepakat untuk saling menghindari sengketa atau perselisihan dan mencabut laporan pidana, Gugatan perdata dan atau Tata Usaha Negara serta saling menghentikan semua tindakan diskriminasi, Penghinaan atau bullying dan persekusi dalam bentuk apapun.
  7. Bahwa terhadap sekolah, Madrasah,Lembaga Sosial dan Dakwah lainnya seperti Panti Asuhan, Asuhan Keluarga, Majelis Taklim yang bernaung dalam Yayasan Pendidikan yang dibentuk oleh Kader , Santri dan Jamaah Nahdlatul Wathan diberikan hak sepenuhnya untuk bebas memilih bergabung dengan kepengurusan organisasi yang dipimpim pihak pertama atau pihak kedua tanpa adanya intimidasi atau paksaan.

Itulah 7 butir ksepakatan bersama yang dibuat dan ditandatangani oleh kedua kubu dengan disaksikan Gubernur NTB, Dirjen Administrasi Hukum Umum Kemenkumham RI, Kejaksaan Negeri NTB, Kapolda NTB dan Danrem 162 Wira Bhakti.(ddy/ltm)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )