9 Orang Berhasil Diselamatkan Dari Oknum Penjualan Orang

9 Orang Berhasil Diselamatkan Dari Oknum Penjualan Orang

Mataram – Ditreskrimum Polda NTB berhasil mengungkap kasus TPPO dengan 9 orang korban yang berhasil di selamatkan , sembilan orang tersebut yakni , 3 (tiga) Orang dari Kabupaten Lombok Tengah, 5 (lima) Orang dari Kabupaten Lombok Timur dan
1 (satu) Orang dari Kabupaten Bima.

satu orang tersangka dari kasus penjualan orang ini yakni dengan inisial IBK Pria 43 Tahun yang beralamat di Selong Lombok Timur.

Kronologis kejadian dari data yang berhasil dihimpun yakni , Pada bulan Agustus 2020 bertempat di Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur wilayah hukum Polda NTB, tersangka I-B-K telah melakukan kegiatan pelaksana penempatan Pekerja Migran Indonesia secara Unprosedural. Para korban dikirim ke Negara Singapura melalui Pelabuhan Harbour Bay Batam, Provinsi Kepulauan Riau tanpa dilengkapi dengan dokumen Pekerja Migran Indonesia. Para korban berhasil digagalkan oleh petugas BP2MI Tanjung Pinang- Kepulauan Riau, selanjutnya pada tanggal 27 November 2020 dipulangkan ke daerah asal.

Modus Operandi dari tersangka IBK yakni ,  Tersangka sebagai perorangan mengirim Pekerja Migran Indonesia ke Luar Negeri hanya menggunakan dokumen berupa permohonan Visa kerja yang dilampiri Job Order dari pengguna di Negara Setempat (Ilegal Entry Legal Stay),  Tersangka dengan bujuk rayunya untuk meyakinkan korban, bahwa tersangka memiliki Perusahaan Perekrut Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

sedangkan barang bukti yang berhasil di dapatkan oleh aparat kepolisian berupa ,
– 8 (delapan) bendel Surat Keterangan Hasil Medikal Kesehatan;
– 9 (sembilan) gabung Surat Permohonan Ijin Visa ke Negara Singapura;
– 7 (tujuh) gabung dokumen pengajuan asuransi AXA INSURANCE PTE LTD;
– 9 (sembilan) buah Paspor atas nama para korban;
– 4 (empat) lembar Boarding Pass Penyeberangan dari Batam-Singapura;
– 2 (dua) lembar Boarding Pass Maskapai Lion Air penerbangan Surabaya- Batam; dan
– 1 (satu) lembar Boarding Pass Maskapai Lion Air penerbangan Lombok- Surabaya.

Pasal yang disangkakan: UU RI No.18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI). Pasal 81 “orang perseorangan menempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) keluar negeri” dan atau Pasal 83 “dengan sengaja enempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak memenuhi persyaratan”.

Ancaman Hukuman: Paling lama 10 tahun pidana penjara dan pidana denda paling banyak Rp. 15.000.000.000,- (lima belas miliar rupiah).

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )