Antisipasi Wabah Virus Covid-19 Warga Bangun Posko dan Perketat Pemeriksaan

Antisipasi Wabah Virus Covid-19 Warga Bangun Posko dan Perketat Pemeriksaan

Lombok Barat. Beragam cara dilakukan oleh masyarakat di Lombok Barat untuk mencegah penyebaran covid-19. Tanpa menunggu pemerintah, masyakarat secara mandiri dan swadaya melakukan berbagai tindakan pencegahan. Seperti yang dilakukan marsyarakat di lingkungan Perumahan Reyan Pondok Indah kelurahan Gerung Selatan Kecamatan Gerung Lombok Barat.

Pokso yang dilengkapi tempat cuci tangan dan alat penyemprot disinfektan ini disiapkan untuk memperketat pemeriksaan bagi warga yang keluar masuk ke area perumahan yang berpenghui sekitar 427 KK tersebut. Penjagaan pun dilakukan 24 jam oleh warga dibantu oleh Babinkamtibmaspol setempat.

Penyiapan Pokso dilengkapi cuci tangan jelas dia sebagai langkah antisipasi setiap warga baik dari maupun luar yang masuk komplek perumahan. Sehingga warga yang masuk dalam keadaan steril, Posko ini  mulai dibangun sejak sepekan lalu, dimana biaya untuk pembuatan pos, cuci tangan dan penyemprotan dari hasil urunan warga dibantu oleh aparat Babinkamtibmas Pol setempat, Secara swadaya warga mengumpulkan uang untuk membeli semua perlengkapan tersebut.
Kepala lingkungan Perumahan Reyan Saefudin  mengatakan,  sebagai upaya menindaklanjuti imbauan pemerintah baik di pusat maupun daerah dalam hal pencegahan penyebaran virus corona warga setempat berinsiatif membuat posko jaga untuk memperketat pemeriksaan warga yang keluar masuk komplek perumahan.

Ini insiatif dari warga kami di lingkungan BTN reyan pondok indah, membuat pos pengamanan dan menyiapkan tempat cuci tangan serta penyemprotan disinfektan. Jadi setiap orang yang masuk harus cuci tangan dulu,”terang Saefudin

Sampai kapan posko ini disiagakan? Menurutnya bisa saja jangka panjang melihat kondisi perkembangan wabah corona. Ketika pemerintah menetapkan kondisi sudah aman maka tentu posko ini akan dibongkar. “Kami akan lihat perkembangan, bisa saja jangka panjang tergantung keadaan nantinya, kalau kondisi belum aman kami lanjutkan,,”ujarnya

Sampai saat ini di lingkungan in terdapat 15 warga berstatus ODP karena mereka mempunyai riwayat perjalanan kedaerah yang sudah di tetapkan zona merah covid-19, namun 8 orang dinyatakan selesai dalam pengawasan, sedangkan yang lainnya melaksanakan isolasi mandiri yang di dukung secara sosial oleh warga setempat.(hmd/lbr)

 

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )