Balita 9 Bulan Asal Bertais Meninggal Karena Virus Covid-19
Update Kasus Covid-19 NTB

Balita 9 Bulan Asal Bertais Meninggal Karena Virus Covid-19

 

Mataram- Satu lagi balita di NTB meninggal dunia karena terpapar Covid-19. Rabu (27/5/2020)  Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi NTB identitas bayi tersebut. Ia terdata sebagai pasien nomor 554 , berinisial 554 FH laki-laki usia 9 bulan.

Bayi malang ini diketahui berasal dari Kelurahan Bertais Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Belum diketahui pasti dari mana bayi ini tertular virus corona. Bayi ini tidak memiliki riwayat perjalanan  daerah terjangkit  Covid-19, serta tidak pernah melakukan  kontak dengan orang sakit corona.

Selain mengkonfirmasi penambahan satu kasus meninggal dunia karena virus corona, Pemerintah Provinsi NTB har ini Rabu 27 Mei 2020 juga mengkonfirmasi tambahan 25 kasus baru positif Covid-19, dan terdapat penambahan satu orang pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

“Dengan Adanya Tambahan 25 kasus baru terkonfirmasi positif, 1 (satu) tambahan sembuh baru, dan 1 ( satu ) kasus kematian maka jumlah positif Covid-19 di NTB sampai hari ini sebanyak 562 orang, dengan perincian 273 orang sudah sembuh, 10 (sepuluh) meninggal dunia, serta 279 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” kata Sekretaris Daerag selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi.

Lalu Gita Ariadi mengatakan, beberapa yang lalu kita sempat optimis dengan penambahan pasien sembuh yang cukup signifikan disertai sedikitnya jumlah kasus terkonfirmasi positif baru. Namun, dengan adanya jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang cenderung meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, mengindikasikan bahwa protokol pencegahan Covid-19 ditengah masyarakat mulai longgar.

“Sebagai garda terdepan dalam menghentikan penyebaran wabah ini, kembali kami menghimbau masyarakat untuk senantiasa taat, patuh, serta melakukan disiplin ketat dalam menjalankan seluruh protokol pencegahan Covid-19,” ungkapnya.

Dikatakannya, kesadaran dan tindakan pencegahan bersama merupakan langkah paling tepat sebelum melakukan tindakan penanganan dan pengobatan oleh para tenaga medis.

“ Mari kita bersama saling mengingatkan dan saling menasehati, untuk kehidupan normal yang kita nanti,” Pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis oleh  Pemerintah Provinsi NTB, 25  pasien baru yang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona itu berasal dari 5 Kabupaten/ Kota di NTB. Dengan rincian 6 pasien berasal dari Kabupaten Lombok Barat, 2 pasien asal Kabupaten Lombok Tengah, masing-masing satu pasien dari Kabupaten Lombok Timur dan Kota Bima, serta 15 pasien asal Kota Mataram, termasuk diantaranya satu pasien bayi berusia 9 bulan asak Kelurahan Bertais yang dinyatakan meninggal dunia.(irhm/mtr)

 

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )