Buntut Penghadangan Turis, KLU Akan Terapkan One Gate System

Buntut Penghadangan Turis, KLU Akan Terapkan One Gate System

KLU – Adanya aksi penghadangan yang dilakukan anggota koperasi karya bahari terhadap turis mancanegara di Gili Trawangan hari Minggu kemarin memaksa pemda setempat untuk menata ulang sistem masuk ke tiga Gili. Pemda KLU berencana menerapkan one gate system di Pelabuhan Bangsal Pemenang bagi turis yang akan berlibur ke gili matra KLU.
Insiden penghadangan yang dilakukan anggota koperasi karya bahari terhadap wisatawan asing yang datang dari Bali ke Gili Trawangan Minggu kemarin, dimana turis mancanegara yang tidak tahu menau tentang konflik antara koperasi karya bahari dengan pengusaha speedboat itu menjadi ketakutan saat anggota koperasi melarang mereka berkunjung ke Gili Tranwangan itu. Konflik antara koperasi dengan pengusaha penyedia jasa angkutan laut itu disebabkan adanya uang jasa yang harus dibayarkan oleh pengusaha speedboat kepada koperasi senilai 20 ribu rupiah per satu orang wisatawan.
Insiden yang membuat malu dunia pariwisata gili yang baru saja menggeliat itu menjadi perhatian oleh semua pihak. Pemda KLU, Polres Lombok Utara dan Syahbandar Pemenang mengundang pihak koperasi dan pengusaha speedboat bermusyawarah untuk mencari titik temu permasalahan itu.
Dalam pertemuan yang berlangsung panas itu nyaris tak ditemukan kata sepakat. Beruntung kapolres Lombok Utara menyarankan agar pintu masuk ke tiga Gili harus di satu tempat dan menggunakan sistem satu pintu.
Usul kapolres Lombok Utara itu langsung ditanggapi serius oleh Pemda KLU. Wakil Bupati Dany Karter yang memimpin rapat berjanji akan membuat regulasi yang mengatur tata cara berkunjung ke Gili Matra. Dany meminta waktu 14 hari untuk menyiapkan regulasi one gate system masuk ke tiga gili melalui pelabuhan Bangsal Pemenang.
“Bagaimana kita membuat kesepakatan dalam dua minggu kedepan tetap berlanjut sambil kita juga berkoordinasi membuat regulasi terkait dengan hal tersebut. Bagaimana pertimbangan keamanan, bagaimana dilakukan pengawasan peredaran narkoba juga bisa kita kontrol ketika ingin menjadi one way,” ujar Dany.
Ditegaskan Dany Karter bahwa, sistem satu pintu masuk ke tiga Gili harus segera diberlakukan. Faktor keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas. Sebelumnya, kapolres Lombok Utara mengungkapkan bahwa kawasan tiga Gili menjadi tempat favorit pelaku kejahatan bahkan buronan interpol untuk bersembunyi. Dengan diberlakukannya siatem satu pintu, setiap orang yang masuk ke tiga Gili harus diperiksa ketat oleh petugas dari kepolisian, Pemda dan Syahbandar.(shd/klu)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )