Bypass Rusak Parah, BPJN Diminta Tidak Kambing Hitamkan Masyarakat

Bypass Rusak Parah, BPJN Diminta Tidak Kambing Hitamkan Masyarakat

Loteng – Jagat maya tengah diramaikan dengan pemberitaan jalan bypass yang menghubungkan kawasan Bandara Internasional Lombok ruas mandalika menuju awang Kabupaten Lombok Tengah, yang mengalami kerusakan parah.
Dimana, pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), menyebut penyebab kerusakan bypass sementara diduga karena sengaja dibongkar oleh warga karena terjadinya banjir pada Sabtu kemarin.
Tudingan pihak BPJN itu pun langsung ditanggapi Komisi IV DPRD NTB Bidang Infrastruktur.
Ketua komisi IV, Ahmad Fuadi , tudingan tersebut salah dan fatal. Pihak BPJN pungkasnya tidak bisa secara serta merta menyalahkan masyarakat, namun harus melihat ulang proses perencanaan pembangunan yang tidak memperhatikan keselamatan masyarakat, terutama ketika terjadi banjir.
Sebelum pembangunan dilakukan, BPJN lanjut politisi partai golkar ini, harus mempertimbangkan dampaknya dan tidak mengorbankan masyarakat.
“Jangan serta merta menyalahkan masyarakat, mereka juga senang dengan adanya pembangunan. Jangan tidak memperdulikan keselamatan masyarakat,” tandasnya.
Hal senada juga disampaikan anggota komisi IV, Ruslan Turmuzi, yang juga menyayangkan sikap BPJN yang hanya bisa mengkambing hitamkan masyarakat, terkait kerusakan tersebut. Tudingan itu kata Ruslan, perlu dikonfirmasi karena bisa jadi jalan bypass bisa dirusak warga karena kualitasnya yang kurang baik.
Oleh karena itu, tegas politisi PDIP ini, harus dilakukan investigasi untuk memastikan kualitas pembangunan jalan bypass, yang baru diresmikan dan menggunakan dana APBN tersebut.
Jalan bypass yang rusak parah tersebut secara pekerjaan masuk ke kontrak bypass BIL-Mandalika yang menghubungkan Bandara Internasional Lombok dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Lombok Mandalika di Lombok Tengah. Pembangunan Bypass BIL– Mandalika bersumber dari APBN 2020-2021 dengan nilai total sekitar Rp.814 miliar.(ddy/ltg)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )