Covid19 Di NTB; Kegiatan Masyarakat Digelar, PTM Penuh Belum Direkomendasikan

Covid19 Di NTB; Kegiatan Masyarakat Digelar, PTM Penuh Belum Direkomendasikan

Mataram – Kemeriahan tampak terlihat pada acara tarung pepadu, olahraga tradisional suku sasak yang digelar disitus sejarah Taman Mayura, Cakranegara Kota Mataram sejak tanggal 11 hingga 18 Mei 2022.
Setelah hampir 3 tahun tak diizinkan menggelar tradisional, kini setelah cyrus survey indonesia merilis tingkat kekebalan tubuh rakyat indonesia yang telah mencapai 62 persen secara nasional, kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang mengumpulkan massa telah mulai dilonggarkan.
Pun telah mendapat izin, Junaidi Ojah ketua panitia penyelenggara presean di Taman Mayura Cakra Negara itu, sulitnya mendapatkan izin kegiatan tersebut dari pemerintah.
“Memang kita kesulitan mendapatkan ijin, sekitar satu bulan baru dapat ijin,” aku Junaidi.
Sementara itu, pada kesempatan yang berbeda, Nurhandini eka dewi, asisten 3 Setda Nusa Tengagara Barat memastikan jika NTB telah melonggarkan kegiatan kegiatan kemasyarakatan yang artinya, boleh digelar namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Berdasarkan hasil survey Cyrus Indonesia, maka kita lakukan pelonggaran-pelonggaran, karena kandungan antibodi orang yang sudah divaksin mencapai 99 persen. Dan di NTB sendiri kandungan antibodi mencapai 89 persen,” papar Eka.
Ditambahkan asisten gubernur bidang kesehatan masyarakqt itu bahwa, pihaknya tentu tidak ingin kecolongan seperti yang terjadi di Negara China yang melonggarkan kegiatan masyarakat namun abai dengan protokol keseahatan. Virus corona pun diketahui kembali mengganas di negara asalnya.
Pelonggaran yang diberikan pemerintah terhadap kegiatan kemasyarakatan tidak hanya terlihat pada kegiatan seremonial belaka. Libur lebaran yang mengakibatkan padatnya kawasan wisata dihampir obyek wisata di NTB itu juga menjadi bukti bahwa pemerintah telah melonggarkan proses pemberian izin berkumpul.
Namun, meski demikian, hingga saat ini proses belajar mengajar di sekolah sekolah dikabarkan belum normal seperti sedia kala. Belum lama ini, bahkan walikota Mataram belum merekomendasikan sekolah di ibu kota NTB ini untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh. Mohan Roliskana meminta masukan dari para pihak sebelum dirinya merekomendasikan kegiatan belajar secara tatap muka berlangsung di semua sekolah yang ada di Kota Mataram.
“Kita harapkan segera lah tatap muka, tapi kita perlu juga dengar dari stakeholder, seperti PGRI, dewan pendidikan dan yang terkait lainnya, supaya ini menjadi keputusan kolektif,” papar Mohan.
Ditambahkan orang nomor satu Ibu kota NTB itu bahwa pihaknya tidak mau terburu buru merekomendasikan sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka secara penuh. Pihaknya ingin meminta komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan untuk tetap menjaga serta menerapkan standar-standar protokol kesehatan. Meski mataram sedang berada pada PPKM level 1, namun tetap saja pemerintah dan juga masyarakat tidak boleh abai terhadap ancaman covid 19 itu.
Lalu, apakah kedua kondisi itu merupakan contoh perberian perlakuan berbeda dari pemerintah?.(shd/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )