Dampak Angin Kencang Warga Desa Songak Lotim, Blokir Jalan Provinsi Selong-Keruak

Photo : Warga Songak memblokir jalan menggunakan kayau dan ranting pohon

Lombok Timur – Puluhan warga Desa Songak Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) memblokir jalan raya Provinsi NTB, penghubung antara Kota Selong dengan kecamatan Keruak. Mereka memblokir jalan menggunakan ranting pohon yang telah ditebang. Kamis, (14/4/24)

Warga memblokir jalan, karena kecewa laporan mereka terkait permohonan penebangan pohon dipinggir jalan tidak di respon ole Dinas Lingkungan Hidup dan Tata Kota (DLHK) Lotim dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim.

Padahal kondisi pohon sudah mau roboh akibat ditiup angin kencang. Karena tidak direspon ini, satu rumah warga sudah ditimpa pohon yang roboh karena ditiup angin.

“Sebelum kejadian pohon roboh ini sudah kita laporkan tapi tidak ditanggapi, padahal ini sangat membahayakan pengendara jalan dan pemilik rumah,” ungkap sala seorang warga Hubbul Wathani.

Yang membuat warga geram, karena alasan DLHK dan BPBD yang tidak masuk akal, yaitu tidak ada biaya operasional karena bahan bakar kendaraan dan peralatan pemotong pohon habis.

“Katanya enggak ada minyak, terus kemana anggaran minya ini,” kesalnya.

Lanjut Hubbul Wathani, blokir jalan ini tidak akan dibuka sampai semua pohon yang ada di pinggir jalan raya Songak ini tuntas ditebang. Karena akibat angin kencang ini, pohon tersebut sangat membahayakan pengendara, pejalan kaki dan penghuni rumah yang berada di dekat pohon.

Dampak dari pemblokiran jalan ini, menyebabkan terjadinya kemacetan panjang. Warga yang memblokir jalan memaksa pengendara memutar balek untuk mencari jalan alternatif lain.

“Kami tidak akan buka, sampai petugas datang menebang pohon-pohon ini,” tegasnya.

Sementara itu, pengendara jalan yang melintas sangat kecewa dengan aksi pemblokiran jalan ini, karena dipaksa putar balek menggunakan jalan alternatif.

Samsul Mujahidin salah seorang pengendara mengaku sangat dirugikan dengan aksi ini, karena ia dipaksa putar balik. Sedangkan jalan alternatif sangat jauh menuju Keruak, karena harus memutar 3-5 kilometer.

“Ini aksi sangat merugikan kita, mereka sangat arogan hanya mementingkan diri sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, ditempat kejadian, tidak ada petugas polisi yang mengamankan aksi protes warga. Padahal ini kondisi jalan sudah sangat macet oleh pengendara yang menumpuk. Yang terlihat hanya petugas Polmas. (Rhl)

CATEGORIES

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )