Dewan Kritisi Larangan Sholat Jumat Untuk  Mencegah Covid-19
Foto: Anggota DPRD NTB Najamudin Mustafa Memberikan Edukasi Covid-19 ke Warga (Dedy/lomboktvnews.com)

Dewan Kritisi Larangan Sholat Jumat Untuk  Mencegah Covid-19

Mataram – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat mengkritisi sejumlah kebijakan Pemerintah Daerah terkait pencegahan covid-19, Seperti larangan sholat jum’at bagi wilayah yang tidak masuk zona merah, Kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan kebijakan lainnya seperti tetap membuka swalayan dan pasar yang lebih berpotensi melunarkan virus corona.

Anggota DPRD  NTB Najamudin Mustafa saat melakukan kunjungan kerja dalam daerah  menegaskan kebijakan tersebut pelru dikritisi oleh semua pihak, “Kebijakan melarang sholat jumat ini harus ditinjau ulang oleh pemerintah, Kenapa swalayan dan pasar tetap dibuka sementara sholat jumat dilarang. Padahal  disana (swalayan dan pasar) lebih berpotensi sebagai tempat penularan virus corona. Jadi sholat jumat ini harus dibuka lagi meski dengan menggunakan S.O.P pencegahan Covid-19” tegasnya.

 “lebih baik pemerintah menerapkan SOP tertentu misalnya pengecekan suhu tubuh , mencuci tangan dengan hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan, untuk masyarakat yang ingin sholat jumat” ujarnya

Dalam kunjungan kerja dalam daerah yang dilaksanakan najamudin, melakukan edukasi kepada masyarakat terkait covid-19 dengan mengajak masyarakat tidak panik secara berlebihan namun tetap menjaga kesehatan, Selain memberikan edukasi  virus covid-19 najamudin , Yang juga Ketua Badan Kehormatan DPRD NTB  ini juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada masyarakat yang dikunjunginya.(ddy/ltng)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (2)
  • comment-avatar
    ilhaml 6 bulan

    ha ha ha ha ha ha 1000ppx kok ada anggota dewan cari panggung dibtengah covid19

  • comment-avatar
    Arwan 6 bulan

    Perlu mendapatkan teguran dari Pkb. Ingat Pkb underbouw NU, sementara NU juga lebih menekankan Sholat di rumah.

  • Disqus (0 )