Dewan Minta Dikes Kota Mataram Serius Tangani DBD

Dewan Minta Dikes Kota Mataram Serius Tangani DBD

Mataram – Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, H Muhtar menyampaikan meski lonjakan kasus DBD di Mataram belum terlalu tinggi, namun Dinas Kesehatan harus pro aktif dalam melakukan upaya pencegahan penularan DBD di Mataram.
Menurutnya, guna mencegah penularan wabah DBD semakin meluas, dinas kesehatan pun tidak hanya melakukan penanganan setelah menerima laporan, terkait adanya warga yang sudah terjangkit DBD, namun harus pro aktif turun ke masyarakat melakukan upaya pencegahan serta sosialisasi tentang pentingnya budaya hidup sehat dan bersih.
Dinas Kesehatan segera melakukan tindakan dalam pencegahan penyebaran nyamuk Aedes aegypti dengan cara penyemprotan atau fogging ke titik rawan atau di wilayah rumah pasien DBD.
“Seharusnya inilah yang sering kita sampaikan kepada Dinas Kesehatan, jangan ketika masyarakat kita sakit dulu baru mengobati nya. Jadi silakan sosialisasi terus ke masyarakat,” tandas Muhtar.
Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr Usman Hadi menyampaikan, selama ini, pihaknya sudah melakukan penanganan, untuk mencegah penularan DBD, dengan mengerahkan petugas untuk melakukan giat pemberantasan sarang nyamuk hingga membagikan bubuk abate kepada warga.
Sedangkan untuk kegiatan pengasapan atau fogging baru bisa dilakukan setelah ada warga yang positif terjangkit DBD.
Hal ini terjadi, karena fogging sendiri bukanlah bagian dari langkah pencegahan.
“Tetap kita bagikan abate. Kalau foging itu bukan pencegahan. Marilah kita sama-sama menjaga kebersihan lingkungan kita,” ujar Usman.
Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, sepanjang tahun 2022 ini, jumlah kasus DBD di Kota Mataram tercatat sebanyak 225 kasus.
Dari jumlah tersebut, tersisa lima pasien positif DBD yang masih menjalani perawatan dirumah sakit.(irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )