Didemo Atlet, KONI Loteng Keluhkan Minimnya  Anggaran

Didemo Atlet, KONI Loteng Keluhkan Minimnya Anggaran

Loteng – Aksi demonstrasi Koalisi Masyarakat Peduli Olahraga (KOMPOL), pada Kamis kemarin di Kantor Bupati dan Kantor KONI Lombok Tengah Tengah menjadi sorotan publik.
Pasalnya, diantara barisan massa yang menggelar aksi unjuk rasa tersebut, tiga diantaranya adalah atlet cabang olahraga Futsal yang berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk kontingen NTB pada PON XX Papua. Ketiganya ikut aksi, lantaran belum menerima uang pelatda yang dijanjikan KONI Lombok Tengah.
Menanggapi aksi tersebut, Ketua KONI Lombok Tengah, M. Syamsul Qomar justru menyampaikan terimakasih kepada massa aksi, karena telah mengingatkan Pemda Lombok Tengah, karena minimnya perhatian terhadap keolahragaan.
Syamsul juga menyampaikan kondisi keuangan KONI saat ini, karena minimnya perhatian dan dukungan anggaran dari pemda Lombok Tengah. Pada tahun 2020, KONI Lombok Tengah hanya mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp.500 juta dengan beban ikut mengirim atlet ke PON Papua. Jumlah anggaran tersebut menurutnya jauh dari kata cukup, bila dibandingkan anggaran KONI tahun 2018 sebesar Rp. 1,8 miliar.
Anggaran Rp. 500 juta tersebut ungkap Syamsul, digunakan untuk rehab kantor, pelantikan pengurus dan lain-lain. Sehingga dana yang tersisa untuk mendukung atlet yang berlaga di PON Papua hanya tersisa Rp. 130 juta.
“Pada tahun 2018 dana KONI itu sebesar 1,8 miliar, sementara tahun 2020 dananya hanya 500 juta saja, padahal 2020 itu bebannya lebih besar karena ada PON”, terang Syamsul.
Sementara terkait uang Pelatda yang ditagih para atlet, mantan anggota DPRD Lombok Tengah itu mengatakan, bahwa uang Pelatda untuk PON merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi dan bukan KONI Lombok Tengah.(ddy/ltg)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )