Diduga Terbitkan SHGB Tak Sesuai Prosedur, Warga Pengawisan Gruduk BPN Lobar

Diduga Terbitkan SHGB Tak Sesuai Prosedur, Warga Pengawisan Gruduk BPN Lobar

Lobar – Puluhan masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat Nusa Tenggara Barat, bersama masyarakat sekotong Senin siang tadi mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional Lombok Barat.
Kedatangan masyarakat Desa Pengawisan Kecamatan Sekotong serta Aliansi Masyarakat Menggugat NTB ini, untuk meminta Badan Pertanahan Nasional Lombok Barat, membatalkan atau mencabut Sertifikat Hak Guna Bangunan yang telah dikeluarkan.
Koordinator aksi, Lalu Izzi menduga pihak Badan Pertanahan Nasional Lombok Barat, telah menerbitkan sertifikat hak guna bangunan atas nama PT Rezkanayatama yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tanpa sepengetahuan masyarakat Pengawisan selaku pemilik yang menguasai secara terbuka lahan tersebut secara turun temurun dan terus menerus sejak tahun 1959.
“Intinya bahwa dari masyarakat meminta kepada BPN dengan kewenangannya untuk mencabut dan membatalkan sertifikat hak guna bangunan lahan seluas 39 hektar yang ada di Desa Pengawisan Kecamatan Sekotong,” Tandas Izzi.
Di tambahkan Izzi, lahan yang akan diambil oleh perusahaan tersebut sudah diduduki oleh masyarakat sejak puluhan tahun dan selamaakan pula tidak pernah ada pemindahan hak yang terjadi.
Lahan seluas 29 hektare tersebut berada di Dusun Pengawisan Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong Lombok Barat. Terdapat 125 nama KK sebagai yang memiliki lahan tersebut aejak tahun 1959. (ham/lbr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )