Disdag Kota Mataram Pastikan Tidak Ada Penimbunan Minyak Goreng

Disdag Kota Mataram Pastikan Tidak Ada Penimbunan Minyak Goreng

Mataram – Sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan minyak goreng satu harga, Rp. 14.000 per liter, komoditi ini mulai menjadi barang langka yang sulit ditemukan di pasaran, tak terkecuali di ritel-ritel modern di Kota Mataram.
Terjadinya kelangkaan minyak goreng tersebut, memicu munculnya dugaan, adanya pratik penimbunan sebagai penyebab menghilangnya minyak goreng di etalase toko-toko ritel modern.
Namun, dugaan tersebut langsung dibantah oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Uun Pujianto memastikan, tidak ada penimbunan minyak goreng di wilayahny. Dikatakannya, potensi terjadinya penimbunan minyak goreng tidak mungkin terjadi, setelah pemerintah menurunkan harga minyak goreng dan mengeluarkan kebijakan satu harga.
Dari hasil monitoring yang dilakukan bersama sejumlah pejabat dari Kementrian Perdagangan beberapa waktu lalu, ditemukan fakta, jika terjadinya kelangkaan minyak goreng, lebih disebabkan karena terganggunya roda pasokan atau dsitribusi minyak goreng dari pabrik distributor.
“Kami sudah turun bersama Kemenangan Perdagangan, yang ingin memasang penyebab terjadinya kelangkaan, dan akhirnya kita pastikan itu terjadi karena keterlambatan pasokan dari distributor nya,” ujar Uun.
Uun menjelaskan, untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng ini, sejumlah distributor pun telah melakukan pemesanan minyak goreng. Bahkan, dalam beberapa hari kedepan, akan datang sebanyak 5 kontainer minyak goreng ke Mataram, yang diprediksi akan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir bulan Februari ini.
Namun, agar distribusi minyak goreng dari pasaran ke masyarakat tidak terganggu, Ia meminta masyarakat untuk tidak perlu panic buying. Karena hal itu tidak hanya bisa merugikan masyarakat, namun juga berpotensi menyebabkan terjadinya praktek penimbunan oleh oknum tak bertanggung jawab.(irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )