Diskeswan NTB Klaim Kasus PKM di Lombok Turun

Diskeswan NTB Klaim Kasus PKM di Lombok Turun

Mataram – Sejak ditemukannya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di Pulau Lombok, bulan Mei lalu, jumlah kasus yang muncul hingga 3 Agustus kemarin sebanyak 90.583 ekor yang tersebar di semua daerah di Pulau Lombok.
Namun, angka kesembuhannya juga tergolong sangat tinggi yakni sebanyak 84.059 ekor. Sehingga jumlah kasus PMK saat ini tersisa hanya 6 ribu lebih.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia mengatakan, hingga kini jumlah ternak yang masih sakit atau yang terinfeksi PMK sebanyak 6.097 ekor dari 90.583 kasus. Jumlah kesembuhan ternak yang semakin tinggi memunculkan optimisme bahwa kasus ini akan terus berkurang hingga mencapai nol kasus.
Aulia juga mengaku dukungan dari pemerintah pusat untuk penanganan PMK, sudah sangat baik, tinggal ditindaklanjuti di tingkat bawah. Misalnya, kegiatan vaksinasi ternak bisa diimbangi dengan input data di iSIKHNAS yang merupakan sistem informasi kesehatan hewan Indonesia yang termutakhir. Sebab pemerintah pusat memberikan penilaian berdasarkan acuan iSIKHNAS.ww
Pihaknya juga menawarkan kepada Pemda Kabupaten/Kota di NTB agar program pendataan dan pemetaan ternak bisa disinergikan dengan program vaksinasi. Karena para vaksinator hewan ternak itu yang memiliki kewenangan memberikan laporan di iSIKHNAS. Sehingga disarankan agar dibuat kelompok kerja untuk melaksanakan tugas tersebut. Hal ini sangat penting untuk mengetahui serapan vaksinasi dan untuk mendapatkan vaksin tambahan dari pemerintah pusat.
“Kita harap yang merah bisa hijau juga. Sekarang informasinya dari Lombok Barat hari ini sudah zero kasus,” ujar Nur Aulia.
Vaksin ternak untuk Provinsi NTB tahun ini sebanyak 2,8 juta untuk dua kali dosis. Namun yang baru terdistribusi sebanyak 40 ribu dosis untuk tahap awal. Vaksinasi ternak ini menjadi sangat penting untuk mencegah penularan PMK di bulan-bulan berikutnya. Dengan vaksinasi ini pula, lalu lintas ternak antar daerah menjadi lebih aman. (ddi/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )