Disperindag Kota Mataram “Angkat Tangan” Kejar Target Retribusi Pasar

Disperindag Kota Mataram “Angkat Tangan” Kejar Target Retribusi Pasar

Mataram-Dinas Perdagangan Kota Mataram mulai ambil ancang-ancang kibarkan bendera putih dalam mengejar capaian target retribusi pasar tahun ini.
Pasalnya, hingga memaski awal Oktober ini, realiasi capain retribusi los pasar masih terbilang rendah, yakni baru mencapai sekitar 40 persen, dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 5,5 miliar.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Syamsul Irawan menyatakan, pandemi covid-19 sangat mempengaruhi capaian pendapatan yang bersumber dari retribusi pasar.
Kondisi pandemi tersebut, ungkap Samsul membuat kondisi pasar tradisional di Kota Mataram mengalami kelesuan, sehingga berimbas pada realisasi retribusi pasar.
Syamsul menjelaskan, realisasi sumbangan retribusi pasar tradisional ke Pendapatan Asli Daerah Kota Mataram. Pada tahun 2021 ini, semula ditetapkan sebesar Rp. 6,5 miliar, namun mengalami rasionalisasi menjadi Rp. 5,5 miliar.
Dari besaran target yang ditetapkan itu, realisasinya tercatat baru mencapai Rp. 2,23 miliar atau sekittar 40,58 persen. Melihat sisa waktu Tahun Anggaran 2021, yang hanya tersisa sekitar 3 bulan, Syamsul mengaku pesimis, target Pendapatan Asli Daerah yang bersumber dari retribusi pasar bisa mencapai target.
Diprediksi, hingga berakhirnya Tahun Anggaran 2021, realisasi retribusi pasar di Mataram, maksimal hanya mampu tercapai sekitar 50 persen dari total target yang telah ditetapkan.
“Dengan sisa waktu tinggal dua bulan lagi sangat sulit kita capai target 100 persen, semoga saja bisa sampai 50 persen. Para pedagang juga mengalami kesulitan membayar retribusi karena kondisi pandemi ini,” terang Samsul.
Syamsul mengatakan, capaian 40,58 persen progresnya sudah mengalami kemajuan, jika dibandingan capaian pada awal tahun. Perekonomian Kota Mataram yang sudah mulai bergerak, ditambah lagi dengan status Kota Mataram yang sekarang menuju PPKM level 1, membuat mereka optimis progres penerimaan retribusi pasar akan semakin membaik meski sulit untuk mencapai target.
Syamsul menegaskan, meski tarif baru retribusi pasar sudah diberlakukan/ namun, karena pandemi pihaknya tidak bisa memaksa pedagang membayar retribusi dengan tarif baru.
Untuk tarif baru retribusi pasar sudah berlaku tersebut dan saat ini masih dalam tahap sosialisasi. Tarif baru tersebut akan mulai efektif diterapkan pada tahun 2022 mendatang, dengan tetap memperhatikan kondisi pandemi covid-19.(irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )