Evaluasi PTM, Penjemputan Siswa Jadi Titik Rawan
Foto : Rapat Evaluasi PTM Kota Mataram. (irham/lomboktvnews)

Evaluasi PTM, Penjemputan Siswa Jadi Titik Rawan

Mataram-Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, mengumpulkan anggota Satgas Penanganan Covid-19 pada Dinas Pendidikan Kota Mataram, dalam rangka evaluasi pelaksanaan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah yang mulai dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2021 lalu.
Rapat koordinasi tersebut, dihadiri anggota Satgas Covid-19 Kota Mataram, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Mataram, M Amin, dan Dewan Pendidikan Kota Mataram.
Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, Menegaskan sebelum memutuskan untuk menggelar rapat evaluasi, Ia mengaku sempat beberapa kali melakukan sidak ke sejumlah sekolah. Mohan, mengaku cukup puas dengan pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang masih dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Meski demikian, menurutnya masih terdapat titik rawan dalam proses pembelajaran tatap muka, yakni potensi kerumunan saat penjemputan siswa. Untuk itu, Mohan meminta jajaran Dinas Pendidikan bersama Satgas Penanganan Covid-19 di lingkungan sekolah mencari solusi untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Proses belajar mengajar nya sudah baik, tapi yang berpotensi menimbulkan kerumunan pada saat penjemputan karna pulangnya bersamaan. Nanti mungkin bisa dihimbau kalau orang tua yang menjemput belum datang siswa jangan keluar” harap Mohan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Lalu Fatwir Uzali, melaporkan perkembangan aktivitas pembelajaran tatap muka disekolah.
Dalam laporannya, Fatwir menyampaikan, sejak pertama digelar, 18 Agustus 2021 lalu, pelaksanaan PTM, berjalan sesuai rencana, sekolah-sekolah di Mataram disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sampai saat ini, tidak ada siswa maupun guru yang terpapar Covid-19, selama proses pembelajaran tatap muka.
Meski demikian, sejumlah kendala yang dihadapi oleh sejumlah sekolah, terutama sekolah yang berada di wilayah pinggiran Kota Mataram adalah mulai kurangnya stok masker.
Diharapkan, ada bantuan masker dari satgas Covid-19 untuk dibagikan kepada para siswa.
“Sekarang stok masker sudah mulai menipis dan anak-anak juga tidak menggunakan masker dari rumah, itu yang kita butuh support. Terutama sekolah yang ada di pinggiran” terang Fatwir.
Terkait kebutuhan masker di sekolah, Walikota Mataram, H Mohan Roliskana memerintahkan Badan Penanganan Bencana Daerah Kota Mataram segera mempersiapkan kebutuhan masker untuk dibagikan ke sejumlah sekolah di Mataram.
Selain itu, orang nomor satu di Kota Mataram itu juga mendorong Dinas Kesehatan Kota Mataram, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan segera melakukan koordinasi untuk mempercepat pemberian vaksin bagi kalangan pelajar.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan pemberian vaksin pada pelajar di Kota Mataram baru mencapai 14.701 orang dari target 42.000 orang.(irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )