Fenomen Pindah KK Dikhawatirkan Kacaukan Data Kependudukan

Fenomen Pindah KK Dikhawatirkan Kacaukan Data Kependudukan

Mataram – Aksi pindah kartu keluarga disaat momen penerimaan peserta didik baru, diakui oleh kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Mataram, Amran M Amin.
Dikatakannya, penerapan sistem zonasi, yang mengharuskan sekolah negeri menerima peserta didik baru dari area wilayah sekitar sekolah diduga menjadi salah satu pemicu maraknya fenomena pindah kartu keluarga, dengan tujuan agar para calon peserta didik baru bisa masuk zonasi sekolah negeri yang dicap sebagai sekolah favorit.
Amran khawatir, aksi pindah kartu keluarga itu membuat data kependudukan yang ada, validitasnya diragukan, yang dikhawatirkan akan berimbas pada terganggunya program pemerintah lainnya yang menjadikan data kependudukan sebagai acuan utama dalam menjalankan sebuah program.
Untuk itu, ia pun berharap agar persyaratan domisili dalam penerimaan peserta didik baru itu perlu dievaluasi oleh jajaran pemangku kebijakan di dunia pendidikan.
”Inikan semacam urban yang sifatnya musiman yang bisa mengganggu sistem kependudukan kita. Seharusnya kita bekerja dengan hal-hal yang bersifat pasti,” ujar Amran.
Sementara itu, kepada Dinas Pendidikan Kota Mataram, Lalu Fatwir Uzali menyebut, terkait persyaratan domisi dalam penerapan sistem zonasi penerimaan peserta didik baru merupakan sebuah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Sementara, pihaknya hanya sebatas menjalankan kebijakan yang sudah ditetapkan.
“Itu merupakan kebijakan nasional, kita hanya melaksanakan. Itu urusan Dukcapil,” ujar Fatwir.
Saat disinggung dengan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru yang masih berlangsung, Fatwir menjelaskan, meski diwarnai sedikit permasalahan. Namun, pelaksanaan PDDB melalui jalur zonasi terpantau berjalan lancar. (irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )