Fraksi Dewan Pertanyakan Turunnya Target Pendapatan Kota Mataram

Fraksi Dewan Pertanyakan Turunnya Target Pendapatan Kota Mataram

Mataram – Tujuh fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Mataram, menyatakan setuju untuk melakukan pembahasan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023.
Meski demikian, sejumlah catatan diberikan fraksi dewan terhadap rancangan APBD yang diajukan Pemkot Mataram.
Dalam pemandangan umumnya, sejumlah fraksi di DPRD kota Mataram memberikan beberapa catatan, kritikan, serta pertanyaan yang harus diperhatikan pemerintah daerah setempat.
Terkait rencana pendapatan daerah misalnya, hampir semua fraksi mempertanyakan alasan pemerintah Kota Mataram, menurunkan target pendapatan daerah pada tahun 2023.
Fraksi menyebut, penurunan target pendapatan memperlihatkan telah hilangnya rasa optimisme pihak eksekutif, dalam menggali potensi pendapatan daerah ditengah semaraknya potensi ekonomi di provinsi NTB, khususnya Kota Mataram.
Selain itu, fraksi –fraksi dewan juga berharap pemerintah Kota Mataram lebih memperkuat implementasi terhadap program-program yang telah direncanakan.
“Partai Gerindra berharap agar pemerintah Kota Mataram lebih memperkuat implementasi program yang telah direncanakan. Pengalaman sebelumnya program yang belum dapat terlaksana dengan baik,” kata Baiq Mirdiati, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Mataram.
Sementara Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Nyayu Ernawaty meminta agar eksekutif mempertimbangkan untuk meningkatkan target penerimaan PAD.
“Terkait dengan target pajak daerah yang telah ditetapkan, kami menyarankan kepada eksekutif agar target tersebut dapat dipertimbangkan untuk ditingkatkan, mengingat situasi dan kondisi tingkat hunian hotel di kota Mataram mengalami peningkatan. Di samping itu data realisasi penerimaan pajak daerah pertama sudah mencapai 52,95%,” tandas Nyayu.
Pendapatan Daerah dalam Rancangan APBD Kota Mataram Tahun Anggaran 2023 ditargetkan sebesar Rp. 1. 407.625.000.000 lebih, atau turun sebesar Rp. 3. 572.000.000 lebih, dari target anggaran murni Tahun Anggaran 2022.
Sedangkan Total Belanja Daerah, dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2023, sebesar Rp 1, 421. 625.000.000 lebih.
Dengan komposisi pendapatan dan belanja daerah tersebut, maka terjadi defisit anggaran sekitar Rp 14 miliar. (irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )