Fraksi PKS Kritisi Target Retribusi Parkir

Fraksi PKS Kritisi Target Retribusi Parkir

Mataram – Fraksi Partai Keadilan Sejahteta DPRD Kota Mataram mengkritisi rencana pemerintah Kota Mataram yang menurunkan target pendapatan asli daerah, yang bersumber dari retribusi parkir pada tahun 2023 mendatang.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Mataram, Irawan Aprianto menilai klaim prestasi membanggakan yang dicapai Pemkot Mataram dalam hal pengelolaan retribusi parkir tepi jalan umum, seperti lelucon untuk menutupi ketidak berdayaan Pemkot Mataram dalam mengoptimalkan potensi pendapatan retribusi parkir.
Pasalnya, realisasi retribusi parkir yang telah mencapai sekitar Rp. 6 miliar dan dilaporkan menjadi capaian terbesar dalam sejarah pengelolaan parkir tepi jalan umum itu sangat tidak sebanding dengan potensi yang ada.
Irawan juga menyoroti rencana pemkot mataram, yang ingin menurunkan target retribusi parkir dari 28 miliar ditahun 2022 menjadi 11 miliar di tahun 2023 mendatang.
Menurutnya, penurunan target yang sangat signifikan itu, merupakan usulan yang sangat tidak masuk akal, sebab target yang ditetapkan sebesar 28 miliar itu merupakan hasil dari kajian ilmiah yang dilakukan oleh pemerintah Kota Mataram melalui badan penelitian dan pengembangan.
Sehingga pihaknya pun menganggap, keinginan pemkot mataram menurunkan target retribusi parkir menunjukkan sikap pesimisme yang berlebihan dalam mengoptimalkan potensi pendapatan daerah, khususnya dari sektor retribusi parkir.
Untuk itu, pemkot mataram diminta mengkaji ulang usulan penurunan target retribusi parkir tersebut.
“Kita jangan diberikan gimmick bahwa prestasi kita di parkir sudah luar biasa, harus kita akui, tapi kita juga harus realistis. Kita lihat sebelumnya ini target yang ditetapkan 28,125 Miliar. Itu siapa yang buat bukan kami bukan dari dewan tapi mereka sendiri yang buat dengan kajian yang mereka dapatkan dari 725 titik dan lain-lainnya itu. Sekarang ini terjun bebas ini dikurangi 17 Miliar,” sebut Irawan.
Irawan Aprianto menyampaikan, sebagai pusat jasa dan perdagangan sektor parkir tepi jalan umum seharusnya menjadi sektor primadona sebagai penyumbang pendapatan asli daerah. Namun sayangnya, potensi besar itu belum mampu dikelola secara maksimal.
Untuk itu, pemkot Mataram diminta terus melakukan inovasi dalam upaya mengoptimalkan pendapatan retribusi parkir.(irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )