Ini Titik Fokus Operasi Penyekatan Pengunjung Di Lotim Saat Libur Panjang, Natal dan Tahun Baru
Foto : Rapat Antisipasi pencegahan peningkatan kasus Covid-19 saat libur panjang, natal dan tahun baru.

Ini Titik Fokus Operasi Penyekatan Pengunjung Di Lotim Saat Libur Panjang, Natal dan Tahun Baru

Selong– Dalam upaya mengantisipasi meningkatnya kasus Covid-19 di wilayah Lombok Timur saat libur panjang, natal dan tahun baru, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan menggelar “Operasi Penyekatan” Yaitu membatasi jumlah pengunjung ke Objek-Objek wisata.
Sekertaris Daerah Lombok Timur, H. Juaini Taofik dalam keterangan persnya menyampaikan, terdapat 4 hal yang akan menjadi fokus pemerintah dalam pengamanan libur Panjang tahun ini, yaitu melaksanakan Operasi Penyekatan, memberikan imbauan kepada seluruh Camat dan Kepala Desa untuk memaksimalkan potensi yang ada agar selalu mematuhi protokol Kesehatan, mengimbau siswa sekolah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta menghidupkan kembali posko Covid-19.
Dijelaskan Taopik konsep penyekatan tidak berarti mematikan potensi wisata yang ada, namun lebih kepada “pembatasan”. Destinasi wisata akan tetap beroperasi tetapi di beberapa titik menuju destinasi tersebut akan ada operasi penyekatan yang bertujuan memastikan kapasitas ruang memadai untuk penerapan protokol kesehatan. Selain itu, hal ini bertujuan pula memastikan seluruh pelaku wisata sudah menegakkan protokol Kesehatan.
“Jika ada pelaku wisata yang tidak menggunakan masker atau dalam kondisi yang tidak sehat, akan disuruh kembali”, tegasnya.
Upaya tersebut dilakukan mengingat angka Covid-19 di Gumi Selaparang masih tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan perkembangan terakhir covid 19 per-hari ini, di mana jumlah pasien terkonfirmasi positif yang masih dalam isolasi mencapai 60 orang.
Lebih lanjut Taopik mengatakan, operasi penyekatan di titik-titik tertentu ini akan dilaksanakan per tanggal 24 Desember 2020 di 4 lokasi yang menjadi fokus, yaitu: Suela (jalan masuk Sembalun), Labuan Haji, Montong Gading (jalan masuk Joben), dan Pringgabaya.
“Untuk wisata yang di desa seperti waterpark dan taman akan diserahkan kepada petugas kecamatan di bawah kendali camat” ungkapnya.
Untuk mengoptimalkan pencegahan peningkatan kasus Covid-19 ini, Taopik meminta Petugas kecamatan melakukan monitoring terhadap aktifitas di tempat-tempat wisata yang tidak bisa dijangkau oleh tim kabupaten.
“Kepada masyarakat kita mengimbau agar tidak lalai mematuhi protokol Kesehatan, karena pandemi ini belum berakhir” Tegasnya.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )