Jaga Kondusivitas, Bupati KLU Minta Warung Tak Beroperasi di Siang Hari

Jaga Kondusivitas, Bupati KLU Minta Warung Tak Beroperasi di Siang Hari

KLU – Guna menjaga kondusivitas serta menjunjung tinggi nilai nilai toleransi, bupati Lombok Utara, Djohan Samsu, meminta pemilik warung dan rumah makan tidak beroperasi pada siang hari, selama bulan suci Ramadhan.
Permintaan agar warung dan rumah makan tidak beroperasi disiang hari selama bulan puasa itu, bertujuan untuk memberikan kenyamanan umat islam yang sedang menjalankan ibadah puasa serta mengedukasi masyarakat KLU untuk tetap menjunjung tinggi nilai nilai toleransi ditengah kehidupan masyarakat plural.
“Warung-warung harus disesuaikan dengan pelaksanaan puasa Ramadan ini, tidak seenaknya kita membuka ini tetapi diatur kapan saatnya tutup sehingga tidak mengganggu umat yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan,” tegas Djohan.
Ditambahkan bupati, yang juga ketua DPD Muhammadiyah Lombok Utara itu, bahwa Polisi Pamong Praja Lombok Utara akan mengawasi kebijakan tersebut bahkan meminta polisi penegak perda itu, untuk melakukan penutupan terhadap warung atau rumah makan yang beroperasi disiang hari setelah melalui pendekatan persuasif.
Selain warung dan rumah makan, guna menjaga kondusivitas daerah di bulan puasa pemda lombok utara juga mengatur jam operasional tempat tempat hiburan malam.
Pusat kesenangan masyarakat itu hanya diberikan waktu 2 jam beroperasi selama bulan puasa yakni dari pukul 21.00 hingga pukul 23.00. Namun diketahui belakangan, pengusaha tempat hiburan malam lebih memilih tidak beroperasi selama bulan suci Ramadhan dengan alasan biaya operasional yang jauh lebih besar dibandingkan pendapatan.(shd/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )