Jatah Alokasi Pupuk Subsisidi di Lotim Tidak Sesuai Kebutuhan

Jatah Alokasi Pupuk Subsisidi di Lotim Tidak Sesuai Kebutuhan

Selong– Pemerintah pusat telah mengeluarkan jatah alokasi pupuk bersubsidi tahun 2021 ini untuk Kabupaten Lombok Timur. Namun alokasi yang diberikan tersebut masih jauh dari total jumlah kebutuhan pupuk petani.
Alokasi pupuk bersubsidi untuk urea misalnya, meskipun jatah ditambah seribu ton dari 27 ribu ton tahun 2020 lalu menjadi 28 ribu ton tahun 2021 ini. Bertambahnya jumlah alokasi tersebut, masih jauh dari total jumlah kebutuhan petani di LombokTimur yang berjumlah 106 ribu orang, dengan kebutuhan pupuk urea sebanyak 31.110 ton yang artinya Kabupaten Lombok Timur kekurangan sekitar 3000 ton lebih pupuk urea dari alokasi yang diberikan tersebut.

Kasi Pupuk Pestisida Dan Perlindungan Tanaman Bidang Sarana Dan Prasarana Dinas Pertanian Lombok Timur Anita Hikmawati mengatakan, berdasarkan pendataan ulang yang dilakukan, tahun 2021 ini jumlah petani dan luas areal tanam di Lombok Timur meningkat. Hal tersebut yang menyebabkan kebutuhan pupuk juga meningkat. Sehingga jumlah alokasi pupuk yang diberikan tersebut masih jauh dari jumlah kebutuhan petani.

“Bertambahnya areal tanam serta jumlah petani tidak diimbangi dengan bertambahnya alokasi pupuk subsidi yang diberikan pemerintah” Ungkapnya.
Dijelaskan Hikmawati, tidak sesuianya jumlah alokasi pupuk tersebut, dihawatirkan berdampak terhadap kelangkaan pupuk, seperti yang terjadi pada tahun 2020 lalu.

“Menyiasati kurangnya alokasi tersebut, serta mengindari terjadinya salah sasaran, petani yang ingin menebus pupuk, diwajibkan membawa poto copy ktp serta mengisi form penebusan” Tegasnya.

Sementara itu, alokasi pupuk bersubsidi untuk pupuk SP-36 terjadi pengurangan dari 4502 ton menjadi 4272 ton, pupuk ZA bertambah dari 2742 ton menjadi 2860 ton, pupuk NPK bertambah dari 6600 ton menjadi 6900 ton serta pupuk Organik dari 8048 ton menjadi 8091 ton.(rhel/ltm)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )