Jelang Panen Raya, Harga Gabah Anjlok

Jelang Panen Raya, Harga Gabah Anjlok

Selong– Beberapa bulan jelang panen raya padi, harga gabah ditingkat petani di Kabupaten Lombok Timur anjlok cukup tinggi. Biasanya sebelum panen raya harga gabah rata-rata dengan kondisi kering panen, diatas 400 ribu rupiah perkwintalnya.
Harga anjlok tersebut dialami sebagian petani yang terlebih dahulu melakukan panen padi mereka.
Abdullah salah satu petani pada dari Desa Padamara Kecamatan Sukamulia mengatakan, biasanya sebelum memasuki panen raya harga gabah kering panen masih stabil di harga 475-480 ribu rupiah perkwintalnya. namun kondisi berbeda dialami saat ini, harga gabah justru anjlok dibawah 400 ribu rupiah yaitu di harga rata-rata 370-375 ribu rupiah perkwintalnya.
Dijelaskan Abdullah, harga 370-375 ribu perkwintal tersebut jika dijual masih dalam kondisi di tengah sawah, yang panen langsung adalah pihak pembeli. Tetapi kalo panen sendiri harganya 425-430 ribu perkwintal.

“Yang bikin rugi jika panen sendiri adalah ongkos buruh yang tinggi, yaitu 70 ribu perkwintalnya belum termasuk biaya makan dan jajananya, sehingga jika dihitung harganya tetap di bawah 400 ribu rupiah bahkan lebih rendah dari harga dijual dalam kondisi ditengah sawah” ungkapnya.

Lebih lanjut Abdullah mengatakan, anjloknya harga tersebut membuat petani gigit jari, karena dengan harga tersebut membuat mereka merugi, karena hasil tersebut tidak bisa menutupi biaya produksi yang dikeluarkan. Selain itu dengan kondisi cuaca yang masih tetap hujan, membuatnya terpaksa menjual gabah dengan harga yang murah, karena kalo panen sendiri tidak bisa menjemur gabah sendiri.

“Dengan harga tersebut jelas kita mengalami kerugian karena tidak bisa menutup biaya produksi, sebenarnya dengan kondisi harga seperti ini kita tidak mau menjual tetapi karena cuaca yang masih terus hujuan terpaksa di jual” keluhnya.(rhel/ltm)

CATEGORIES

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )