Kadistanbun Bantah Tetes Irigasi Tidak Berfungsi

Kadistanbun Bantah Tetes Irigasi Tidak Berfungsi

Mataram-Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), M. Riadi membantah tudingan jika program irigasi tetes jagung tidak berjalan dan gagal total.
Menurutnya, irigasi tetes jagung masih berfungsi, namun masih ada sebagian yang tidak dimanfaatkan. Dijelaskan Riadi, pada tahun 2019 usai pemasangan irigasi tetes jagung, para kelompok tani dimitrakan dengan PT Agrindo dengan menanam lahan seluas 200 hektar.
Dalam proses kemitraan itu, semua sarana produksi berasal dari pihak perusahaan. Namun, saat itu terjadi permasalahan di lapangan yang membuat PT. Agrindo mengganti strategi di tahun 2020.
Permasalahan kembali terjadi, lantaran adanya kelangkaan solar sehingga terjadi keterlambatan dan menyebabkan petani tidak bisa mengairi tanamannya yang berakibat gagal panen sekitar 70 hektar di tahun 2020.
Pada tahun 2021, PT. Agrindo tetap melakukan, namun banyak petani yang menolak, sehingga didapatkan lahan hanya sekitar 30 hektar yang akan disewa selama 1 tahun. Sedangkan terkait irigasi tetes, menurut Riadi, mesinnya masih berfungsi, kecuali yang terbakar di areal 10 hektar.
“Saat itu terjadi kelangkaan solar dan terlambat sehingga mengakibatkan gagal panen sekitar 30 hektar. Mesin tetesnya berfungsi, kecuali yang terbakar di areal 10 hektar itu”, bantah Riadi
Ia juga membantah tudingan, bahwa dirinya tak pernah ke lokasi lahan. Riadi mengaku selalu datang ke lokasi. Ia juga mengajak masa aksi untuk bersmaa sama melihat kondisi lahan yang berada di Desa Akar-akar, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara tersebut.(ris/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )