Kejari Selong, Ungkap Dugaan Korupsi Pembangunan Sumur Bor Dari Kementrian Desa

Photo : Kantor kejaksaan negeri Lombok Timur

Lombok Timur  – Kejaksaan Negeri (Kejari)  Lombok Timur (Lotim) kembali mengungkap dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan sumur bor Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan  Transmigrasi, untuk kebutuhan irigasi pertanian tahun 2017 di Dusun Tejong Daye, Desa Ketangga Kecamatan Suela Lotim, dengan nilai  Rp 1.137.323.000.

Kasi Intel Kejari Lotim, Lalu Mohammad Rasydi mengatakan, status penyelidikan kasus ini, telah ditingkatkan ke proses penyidikan, setelah  Tim Penyelidik melakukan Ekspose  hasil penyelidikan, Pada Jumat (9/11/23) kemarin.

Dari hasil  ekspose tersebut, berdasarkan hasil permintaan keterangan pihak-pihak terkait yaitu dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lotim terkait, Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta pihak-pihak lainnya, telah ditemukan bukti yang cukup untuk menaikkan status ke penyidikan.

“Dalam ekspose tersebut, penyelidik berpendapat telah diperoleh alat bukti yang cukup untuk menaikkan perkara dimaksud ke Tingkat Penyidikan,” ungkap Lalu Rasydi.
Meskipun proses penyelidikan telah ditingkatkan ke penyidikan, dalam kasus ini, Tim Penyidik  Kejari Lotim belum menetapkan adanya tersangka. Termasuk hasil audit kerugian negara juga belum keluar.

“Kita belum menetapkan ada tersangka, tetapi kita telah memperoleh alat bukti yang cukup terkait dugaan adanya penyimpangan,” terang Lalu Rasydi.

Sementara  itu setelah ditingkatkan ke proses penyidikan, Langkah selanjutnya yaitu, akan dibentuk Tim Penyidik untuk segera melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk diperiksa sebagai saksi.

“Kita akan panggil  lagi pihak terkait untuk diperiksa, guna menyelesaikan perkara tersebut,” imbuh Lalu Rasydi.

Lanjut Lalu Rasydi, anggaran Proyek pembangunan  sumur bor tersebut, bersumber dari APBN DIPA Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi tahun anggaran 2017 dengan Anggara sebesar Rp 1.137.323.000.
Anggaran sejumlah tersebut termasuk untuk pembangunan distribusi air irigasi ke lahan pertanian.
“Jadi dugaan penyimpangannya ini, pekerjaan belum tuntas tapi uang sudah diberikan 100 persen,” tutup Rasydi.(RL)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )