Kejati NTB Tahan Rekanan Penyedia Bibit Jagung Kasus Korupsi Mantan Kadis Pertanian dan Perkebunan NTB
Aspidsus Kejaksaan Tinggi NTB saat memberikan keterangan pers usai melakukan penahanan terhadap rekanan penyedia benih jagung yang berlangsung di ruang media center senin (7/06/2021)

Kejati NTB Tahan Rekanan Penyedia Bibit Jagung Kasus Korupsi Mantan Kadis Pertanian dan Perkebunan NTB

Mataram – Kasus korupsi benih jagung yang melibatkan mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang saat ini ditangani Kejaksaan Tinggi NTB, Melakukan penahanterhadap tersangka berinisial AP selaku penyedia bibit jagung.

Tersangka AP resmi ditahan Kejaksaan Tinggi NTB setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik kejaksaan selama hampir lima jam yang berlangsung di ruang Aspidsus Kejaksaan Tinggi NTB, Aspidsus Kejaksaan Tinggi NTB, Gunawan mengatakan, Sejak dilayangkan surat pemanggilan pada 12 April lalu, baru kali ini tersangka AP memenuhi panggilan Kejaksaan, Ditambahkan Gunawan tersangka AP resmi ditahan mulai hari ini (6/6) hingga 20 hari kedepan untuk kepentingan penyidikan.

Pemanggilan sejak 12 april baru kali ini dia memenuhi panggilan jaksa penyidik, Tersangka AP ini ditetapkan bersama sama dengan tiga tersangka lainnya yang pada beberapa hari yg lalu sudah kita lakukan penahanan” Ungkap Gunawan

” Dengan alasan kesehatan tersangka AP , Penasehat hukum meminta untuk dilakukan penundaan pemeriksaan maupun alasan standar normatif yang memang Secara SOP tidak bisa kami lakukan pemeriksaan, Alhamdulillah pada hari ini tersangka AP setelah dilakukan swab antigen dinyatakan negatif terhadap dugaan paparan Covid-19″ Ujarnya

Seperti diketahui dalam kasus ini Kejati NTB menetapkan epat tersangka yakni, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Husnul Fauzi selaku pengguna anggaran, I Wayan Wikayana selaku pejabat pembuat komitmen Distanbun Provinsi NTB, Direktur PT WBS Lalu Ihwanul Hubby dan Direktur PT SAM Aryanto Prametu, Para tersangka ini diduga bertanggung jawab atas adanya kerugian negara dari pengadaan benih jagung tahun 2017 lalu, Dimana kerugian negara ditaksir mencapai 15,45 Miliar Rupiah, Kerugian negara itu timbul dari pengadaan benih jagung yang tidak sesuai spesifikasi.

Untuk pengadaan benih jagung ini dilakukan bertahap, Dimana tahap pertama senilai 17 Miliar Rupiah dengan rekanan penyedia PT Sinta Agro Mandiri, Kemudian pada tahap kedua sebanyak 12 Miliar Rupiah dengan rekanan penyedia dari PT Wahana Banu Sejahtera.

“Selanjutnya jaksa penyidik melakukan pemeriksaan di ruang pemeriksaan dan ditindak lanjuti dengan dilakukan penahanan rutan kepolisian,  masa penahanan selama 20 hari kedepan terhitung mulai tanggal hari ini, AP dan LIH keduanya adalah penyedia barang, Penyidik menilai ada potensi kerugian besar ” Ujarnya

” Pemeriksaan berlangsung dimulai sekitar pukul 12 dan berakhir sekitar pukul empat sore total lima jam pemeriksaan” Pungkasnya (srh/mataram )

 

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )