Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok Ditahan Kejati

Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok Ditahan Kejati

Mataram- Kamis (26/11/2020) sore, kepala UPT asrama haji embarkasi Lombok berinisial AF di tahan oleh penuntut umum kejaksaan tinggi NTB, terkait kasus penyimpangan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Kasi penkum kejati NTB, Dedi Irawan menyampaikan, sebelumnya AF telah dipanggil oleh penyidik pada senin (23/11/2020) lalu. Namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut.

” Tersangka sebelumnya dilakukan pemanggilan oleh Penyidik Kejati NTB pada Hari Selasa tanggal 23 Nopember 2020, bersamaan dengan tersangka IJK untuk Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II), dan langsung ditahan. Namum Tersangka AF tidak memenuhi panggilan dengan alasan sedang berada diluar Kota,” Jelas Dedi.

“Selanjutnya dilakukan pemanggilan kedua yang dijadwalkan pada hari ini.” Lanjutnya.

Setelah pemanggilan yang terjadwal hari ini, tersangka AF datang pada kamis (26/11/2020) pagi, kemudian menjalani rapid test di dinas kesehatan kota Mataram, dengan hasil non reaktif, dan selanjutnya diserahkan oleh penyidik kepada penuntut umum, guna dilakukan penelitian tersangka dan barang bukti.

Lebih lanjut Dedi menerangkan, penasehat hukum tersangka mengajukan permohonan untuk tidak dilakukan penahan.
“DR Umayyah, selaku Penasehat Hukum tersangka AF, mengajukan Surat Permohonan untuk tidak dilakukan penahanan. Namun, perlakuan yang sama tetap dilaksanakan pada tersangka AF, sebagaimana tersangka IJK yang sudah ditahan sebelumnya. Dengan pertimbangan dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti ataupun melakukan tindak pidana lain.” Terangnya.

Sebelumnya, kedua tersangka diduga melakukan perbuatan secara bersama sama, dengan tersangka IJK yang merugikan keuangan Negara sebesar Rp. 484 265.455,00. Dan disangka melanggar Pasal 2 (1) UU No 31 Tahun 1999 atau Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )