KONSEPSI dan Islamic Relief Menggelar Panen Perdana Lobster pada Komunitas HIMASPI Pembudidaya Lobster

KONSEPSI dan Islamic Relief Menggelar Panen Perdana Lobster pada Komunitas HIMASPI Pembudidaya Lobster

Lombok Timur– Minggu (9/8/2020), dilakukan panen perdana lobster, pada demplot keramba jaring apung, yang dikelola oleh Himpunan masyarakat siaga perubahan Iklim (HIMASPI).
Kegiatan yang dilaksanakan di tiga kawasan tersebut, merupakan bentuk kerjasama antara Konsorsium untuk studi dan pengembangan partisipasi (Konsepsi) dengan Islamic Relief, yang merupakan bagian dari aksi adaptasi komunitas terhadap perubahan iklim melalui pendampingan dari program ‘Climate Change Adaption’.

Program yang di laksanakan bagi komunitas petambak garam, petani tadah hujan dan pembudidaya lobster di kawasan Jerowaru, Lombok Timur itu, merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan sekolah lapang iklim, berbasis gender pada komunitas pembudidaya lobster dengan pendampingan dalam pembuatan pakan pelet yang menjadi inovasi baru bagi para pembudidaya lobster.

Dr Moh Taqiuddin, Direktur Konsepsi menyampaikan, dengan pembuatan pakan dalam bentuk pelet ini, pembudidaya lobster sebutnya, sudah dapat beradaptasi dengan perubahan iklim, yang sejauh ini telah mempengaruhi produksi pakan lobster. Dimana, selama ini kerap mengandalkan pakan alamiah yang berasal dari laut.

” Dengan pembuatan pakan secara mandiri ini dapat mengurangi biaya produksi dan menambah efisiensi waktu budidaya.
Bibit yang ditebar ukuran 5 jari dengan Periode pemeliharaan 1 Februari hingga 8 Agustus 2020. Pakan menggunakan pakan pelet fermentasi buatan seperti tepung ikan, tepung kedelai, tepung jagung, dedak, rumput laut Glacilaria verucosa, dengan biaya bahan baku Rp. 6.200 / kg “ jelasnya.

“Idealnya, lobster yang bagus untuk dipanen dan dikonsumsi apabila sudah mencapai umur 7 bulan. Lobster dengan umur tersebut sudah mencapai berat 90-100 gram per ekor atau 10-12 ekor per kilogram. Dengan inovasi pakan pelet, saat ini, demplot KJA milik HIMASPI sudah mencapai 130 gram dan 200 gram per ekor hanya dalam waktu 6 bulan “ Lanjutnya.

Hasil pendampingan untuk pembudidayaan lobster yang dilakukan melalui Program CCA ini diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan stakeholder terkait lainnya.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )