KPID NTB Temukan Iklan Rokok Diduga Ilegal Tayang Di Salah Satu Radio
Foto : Sahdan, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID NTB menunjukkan surat teguran kepada Lembaga Penyiaran yang di duga melanggat. (redaksi/lomboktvnews.com)

KPID NTB Temukan Iklan Rokok Diduga Ilegal Tayang Di Salah Satu Radio

Mataram-Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB kembali menemukan pelanggaran isi siaran pada salah satu lembaga penyiaran radio yang beroperasi di wilayah Kota Mataram. Dalam temuan tersebut, Bidang Pengawasan Isi Siaran menduga, merk rokok yang di tayangkan berbentuk advertorial lipsing (Addlips) itu merupakan merk rokok tanpa izin edar.
Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID NTB merilis, temuan pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu lembaga penyiaran radio yang beroperasi di wilayah Kota Mataram itu, berbentuk iklan rokok addlips yang dibacakan oleh pemandu acara di sela-sela program musik. Temuan tersebut, terjadi pada 11 Agustus 2021, pukul 20:21 WITA. Berdasarkan pasal 58 ayat (4) PKPI No.1 Tahun 2012 Tentang Pedoman Prilaku Penyiaran, KPID NTB menjatuhkan sanksi teguran tertulis pertama terhadap radio GSP.
“Radio itu melanggar pasal 58 ayat (4) tentang Pedoman Prilaku Penyiaran dan pasal 59 ayat (1) tentang Standar Program Siaran yang didalamnya menyebutkan, bahwa iklan rokok hanya boleh disiarkan pada pukul 21:30 s/d 05:00 waktu setempat” kata Sahdan, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID NTB.
Selain melanggar Pedoman Prilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, Radio GSP itu juga diduga telah menyiarkan merk rokok yang tidak memiliki izin edar. “Nama rokoknya aneh, jarang saya dengar. Mungkin bisa ditanyakan langsung ke Lembaga penyiarannya” tambah Sahdan saat ditemui dikantornya siang tadi.
Atas temuan pelanggaran tersebut, KPID NTB telah melayangkan surat teguran tertulis pertama bernomor 05/K/KPID-NTB/VIII/2021 tentang Sanksi Administratif berupa Teguran Tertulis Pertama kepada Radio GSP yang beralamat di Pagesangan itu. Surat teguran itupun ditembuskan kepada pihak terkait, diantaranya Wali Kota Mataram.(red/mtr).

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )