Langgar Prokes, Puluhan Pengendara Dihukum Push Up
Foto : Pengendara mendapat hukuman push up dari aparat gabungan satgas penanganan Covid-19 Kota Mataram. (Irh/lomboktvnews.com)

Langgar Prokes, Puluhan Pengendara Dihukum Push Up

Mataram-Puluhan pengendara yang melintas di bundaran Jempong kawasan lingkar selatan Kota Mataram mendapat hukuman push up dari aparat gabungan satgas penanganan covid 19 Kota Mataram.
Mereka harus menjalani hukuman push up lantaran tidak mematuhi protokol kesehatan, khususnya terkait kewajiban menggunakan masker.
Satu persatu kendaraan bermotor yang melintas di bundaran jempong kawasan lingkar selatan kota mataram ini diberhentikan petugas gabungan satgas penanganan covid-19.
Mereka di minta berhenti lantaran kedapatan melanggar protokol kesehatan covid-19, tidak menggunakan masker.
Sebagai sanksi atas pelanggaran yang tidak mematuhi protokol kesehatan para pengendara, harus menjalani hukuman push up.
Selain memberikan sanksi push up, petugas juga memberikan pemahaman, pentingnya melaksanakan protokol kesehatan guna mencegah mewabahnya virus corona.
Petugas juga memberikan masker gratis, kepada puluhan pelanggar protokol kesehatan tersebut.
“Untuk hari ini kita laksanakan di dua titik, di bundaran Jempong dan Dasan Cermen sasarannya masyarakat yang tidak menggunakan masker kita berikan sangsi sosial dan bagikan masker” kata petugas.
Seiring dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro, Pemerintah Kota Mataram meningkatkan pengawasan pelaksanaan Prokes sebagai upaya memutus rantai penyebaran covid-19.
Pos pemeriksaan di pintu-pintu masuk ibu kota provinsi, sejak hari ini, Kamis (8/7) mulai di aktifkan kembali. Itu artinya, warga luar daerah tidak lagi bisa sembarangan memasuki wilayah kota.
Ada enam titik pintu masuk, yang di lakukan penyekatan oleh tim gabungan gugus tugas covid-19, yakni dikawasan Bintaro Ampenan, simpang tiga pasar hewan Selagalas, Dasan Cermen, Turide dan bundaran Jempong.
Penyekatan wilayah dengan mengaktifkan kembali pos pemeriksaan pintu masuk ibu kota ini dijadwalkan akan di laksanakan hingga tanggal 20 juli 2021, bersamaan dengan batas akhir pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro.
Selain melakukan penyekatan wilayah, pemerintah Kota Mataram juga mengeluarkan sejumlah aturan terkait PPKM berskala mikro di tempat usaha.
Dimana, selain mewajibkan pelaku usaha, seperti pusat perbelanjaan, mall, toko pakaian restoran hingga PKL, memperketat penerapan protokol kesehatan, dengan membatasi jam operasional hingga pukul 21.00 wita. Seluruh tempat usaha, juga di wajibkan hanya boleh menerima pengunjung atau konsumen maksimal 25 persen dari kapasitas normal. (Irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )