Masyarakat Keluhkan Antrian Vaksin Langgar Prokes
Foto : Kerumunan masyarakat yang mengantri giliran mendapatkan vaksin di RSUP NTB (Riska/lomboktvnews.com)

Masyarakat Keluhkan Antrian Vaksin Langgar Prokes

Mataram-Tingginya animo masyarakat untuk mendapatkan vaksin mengakibatkan terjadinya antrian yang melanggar protokol kesehatan. Padahal, saat ini Kota Mataram dalam masa penerapan PPKM darurat. Seperti yang terjadi di Areal Rumah Sakit Umum Provinsi NTB yang menjadi salah satu tempat pelayanan vaksinasi.
Banyaknya masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin mengakibatkan terjadinya antrian panjang hingga memenuhi areal tempat vaksinasi dilaksanakan.
Dalam sehari, RSUP NTB dapat menerima hingga seribu lebih pendaftar yang mengajukan diri untuk divaksin.
Meskipun telah datang sesuai jadwal dibukanya vaksin, banyak dari mereka yang tidak mendapatkan nomor antrean. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat yang kecewa dengan proses pelayanan vaksinasi oleh panitia.
Seperti yang dikeluhkan oleh Haji Olan Maulana, pria asal Getap itu mengaku telah dua kali datang untuk mendaftar, namun selalu ditolak dengan alasan kuota telah habis. Padahal, sepengetahuannya RSUP NTB memiliki kuota sebanyak 1000 vaksin per hari.
Ia mengeluhkan aturan penerapan PPKM darurat di Kota Mataram yang seolah tidak berlaku, karena banyaknya masyarakat berkerumun menunggu antrian untuk divaksin.
“Kemarin saya tidak dapat, dan yang kemarin belum selesai sekarang dilanjut, bagaimana dengan yang sekarang seribuan ini. Terus sekarang kan PPKM darurat, walaupun pake masker tapi ini kan berkerumun, kalo saya lihat aturannya ini gak jelas lah” sesal Haji Olan.
Ia meminta agar pihak penyelenggara RSUP NTB, Konsisten untuk menyelesaikan vaksin sesuai kuota yang telah ditentukan.
Sementara itu, menanggapi keluhan masyarakat terkait banyaknya antrian di RSUP NTB yang melanggar protokol kesehatan, Direktur Utama RSUP NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra membantahnya. Menurut Herman, petugas maupun para penerima vaksin tetap mematuhi aturan protokol kesehatan.
Ia menyebut bahwa semua penerima vaksin telah menerapkan protokol dengan menggunakan masker sesuai dengan prokes secara kondisional.
Di sisi lain, Herman mengaku bahagia melihat animo masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin.
Menurutnya, vaksin merupakan salah satu harapan selain dari penerapan protokol kesehatan untuk melawan covid-19.
“Bukan tidak taat Proses ya, kan sudah pake masker semua tapi karena kondisional, yang penting saya bahagia masyarakat begitu tinggi kesadarannya bersedia untuk divaksin, dengan inilah kita bisa melawan cocid” terang Herman.
Ia juga berharap kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk membantu petugas memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya dilakukan vaksin.
Di RSUP sendiri, pendaftaran vaksin dibuka sejak pukul 06.00 wita dengan kuota sebanyak 1000 dosis per hari. (ris/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )