Minim Obat, Dinas Peternakan NTB Berdayakan Obat Herbal

Minim Obat, Dinas Peternakan NTB Berdayakan Obat Herbal

Mataram – Semakin meluasnya penyakit mulut dan kuku, yang menyerang hewan ternak milik peternak di NTB, khususnya Pulau Lombok, membuat peternak kelimpungan. Sebab, banyaknya hewan ternak yang terjangkit, tidak sebanding dengan obat obatan yang ada. Peternak pun menjual sapi nya dengan harga murah, karena takut merugi.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTB, Khairul Akbar menyampaikan, bahwa pihaknya, telah melakukan koordinasi, namun diakuinya obat-obatan memang sangat terbatas, sehingga tidak bisa maksimal melakukan pengobatan.
Ia pun melakukan rapat dengan dinas terekait ditingkat kabupaten/kota di NTB. Hasilnya ditemukan obat obatan herbal, yang nantinya akan di sebar ke masyarakat, setelah sosialisasi.
“Memang obat-obatan dari provinsi dan pusat agak minim. kita sudah melakukan pertemuan untuk melakukan upaya-upaya menggunakan herbal ada salah satu pakar obat-obat herbal dalam penanganan PNK, ternyata ada tanaman-tanaman yang mengandung anti virus,” sebut Khairu.
Berdasarkan data Dinas Peternakan Provinsi NTB, telah ditemukan sebanyak 17.917 ekor hewan ternak yang terjangkit PMK di Pulau Lombok.
Berdasarkan data baru 8 ekor sapi yang ditemukan mati akibat PMK, 7.984 ekor berhasil disembuhkan, dan 87 ekor dipotong paksa.(ris/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )