Nekad Gelar Belajar Tatap Muka, Kemenag Lotim Ancam Tunda Pencairan Dan BOS Madrasah

Nekad Gelar Belajar Tatap Muka, Kemenag Lotim Ancam Tunda Pencairan Dan BOS Madrasah

Selong-  Mencegah meluasnya penularan Covid-19 dimasa transisi, Kantor Kementrian Agama Selong Lombok Timur, menerapkan aturan tegas terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di seluruh madrasah.

Kasi Pendidikan Madarasah Kantor Kementrian Agama Selong, Zainul Arkom mengatakan  selama surat edaran Gubernur dan Kantor Wilayah Kementrian Agama NTB serta surat edaran SKB empat mentri masih berlaku, madarasah tetap tidak diperbolehkan melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan sistim tatap muka, sampai masa transisi Covid-19 ini berahir  yaitu 13 september 2020.

“Mengenai boleh tidaknya melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka di madrasah atau  memasukkan siswa, masih tetap mengikuti edaran dari Gubernur, Kanwil Kementrian Agama NTB, dan surat edaran SKB empat menteri, itu standar kita, selama itu masih diberlakukan kita tidak boleh menggelar belajar tatap muka di madrasah” ungkapnya.

Ditegaskan Arqom dimasa transisi ini seluruh madarasah tak terkecuali di daerah zona hijau Covid-19 diwajibkan menataati surat edaran tersebut yaitu melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari rumah dengan sistim daring dan luring. Bagi madarasah yang tidak mengindahakan surat edaran tersebut dengan tetap nekat melaksankaan kegiatan belajar mengajar tatap muka di madarasah, pihaknya akan mengambil tindakan tegas dengan menunda pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah.

“Diperkuat lagi oleh pak kadis Kesehatan Provinsi NTB dan Kantor Kementiaran Agma NTB, sekarang ini kita dalam masa transisi  jadi tidak boleh ada kegaiatan belajar mengajar tatap muka sampai masa transisi ini berahir 13 Septermber 2020, bagi madrasah yang tidak mengindahkan maka hukumannya yaitu dana bos  ditunda pencairannya” Tegasnya

Lebih lanjut Arqom mengatakan pada saat masa transisasi berahir 13 September 2020 nanti, ada beberapa hal yang harus ditaaati oleh madrasah atau sekolah untuk bisa melaksanakan kegiatan belajar tatap muka di sekolah yaitu harus membuat daftar nama siswa untuk pemeriksaan,  membuat kurikulum madrasah di masa pandemi karena kegaitan belajar dirumah dan di madarasah, kemudian mengatur jarak tempat duduk siswa  yaitu minimal dengan jarak satu setengah meter serta  membuat jadawal kegiatan belajar tatap muka.

“Jadi setelah masa transisi berahir untuk bisa menggelar belajar tatap muka, madrasah harus menyiapkan syarat-syarat yaitu sesuai dengan standar protokol penanganan Covid-19” Imbuhnya.(Rhl/Lotim)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )