NTB akan Jamin Ketersediaan Stok Gabah dengan Pergub

NTB akan Jamin Ketersediaan Stok Gabah dengan Pergub

Pemprov NTB berupaya menjamin ketersediaan stok gabah yang cukup di dalam daerah dengan regulasi. Regulasi itu berupa Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) tentang Pengendalian dan Pengawasan Distribusi Gabah.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB H. Wirajaya Kusuma mengatakan, Pergub itu rencananya akan diterbitkan sebelum masa panen yang kedua tahun 2023 ini. Saat ini Rapergub ini sudah berada di Biro Hukum.

“Rapergub ini untuk melindungi ketersediaan stok cadangan gabah kita di NTB. Karena berdasarkan infomasi dari Bulog, panen raya pertama ini target stok gabah itu belum tercukupi. Dari target 52 ribu ton, baru mencapai sekitar 12 ribu ton. Ini masih kurang,” kata Wirajaya Kusuma kepada lomboktvnews.com pada akhir pekan kemarin.

Terkait dengan hal ini, Sekda NTB Lalu Gita Ariadi sudah menggelar rapat dengan menghadirkan semua stakeholder seperti Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Balai Karantina, Satgas Pangan Polda dan lainnya. Rapat ini sekaligus sebagai bentuk sosialisasi kepada para stakeholder terkait dengan Rapergub ini.

Wirajaya mengatakan, berdasarkan survei di lapangan banyak gabah dijual ke luar daerah setelah musim panen tiba. Oleh karena itu, stok gabah yang ada di dalam daerah juga harus dijaga untuk ketahanan.

“Jika stok gabah di dalam daerah sudah terpenuhi, silahkan dibawa ke luar daerah, tak ada masalah,” terangnya.

Ia mengatakan, hadirnya Pergub ini nantinya tidak akan membuat harga gabah menjadi anjlok. Sebab sudah ada sejumlah kajian, misalnya dengan memperhatikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), memperhatikan ketersediaan gabah di dalam daerah dan lainnya.

Jika bicara HPP gabah, pemerintah telah menaikkan HPP gabah kering panen (GKP) di tingkat petani menjadi Rp5.000 per kilogram dari HPP semula Rp4.200 per kilogram. Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat penggilingan Rp5.100, Gabah Kering Giling (GKG) di penggilingan Rp6.200, dan Gabah Kering Giling (GKG) di gudang Perum Bulog Rp6.300.

Untuk melakukan pengawasan di pintu-pintu keluar seperti pelabuhan, Stagas Pangan dan berkejasama dengan unsur terkait akan dilibatkan. Jika sudah terpenuhi stok kebutuhan di dalam daerah menurut perhitungan Bulog, maka kegiatan jual beli beras/gabah antar pulau tetap diperbolehkan.

CATEGORIES

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )