Outlet Juragan Atap, Siap Penuhi Kebutuhan Atap  di NTB
Foto : Anthony Utomo, Managing Director Utomodeck Group, bersama Adrian Hartanto, pemilik Toko Surya Atap, dalam acara peresmian outlet Juragan Atap, di Jalan Teguh Faesal No.10, Sweta, Mataram, NTB (25/10)

Outlet Juragan Atap, Siap Penuhi Kebutuhan Atap di NTB

Mataram – Di tengah pandemi COVID-19, terdapat beberapa sektor yang terus mengalami peningkatan. Salah satunya, sektor industri baja. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika- Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier, menyatakan bahwa kinerja industri baja pada kuartal ke-II 2020 tumbuh sebesar 2,3 persen, dan terus menguat di kuartal III menjadi 5,6 persen.
Potensi ekonomi ini disambut Utomodeck Group, produsen metal roofing dan cladding asal Surabaya, dengan menelurkan lini usaha yakni Juragan Atap. Melalui Toko Surya Atap, sebagai mitra resmi, NTB menjadi lokasi pembukaan outlet Juragan Atap ke-4 menyusul pembukaan mitra di 3 kota terdahulu.
Pembukaan outlet yang berlokasi di Jalan Teguh Faesal No.10, Sweta, Kota Mataram ini ditandai dengan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng oleh Managing Director Utomo Grup, Anthony Utomo, pada hari Senin, 25 Oktober 2021.
Kebutuhan baja ringan untuk pembangunan atau renovasi mengalami peningkatan permintaan selama masa new normal diberlakukan. Data ini sejalan dengan fakta bahwa kini rumah tak lagi hanya sebagai tempat tinggal, namun juga sebagai tempat belajar dan bekerja.
Melalui program kemitraan, Juragan Atap menggunakan konsep outlet dengan dukungan Direct Factory, yang artinya seluruh produk diproduksi langsung dari pabrik, sehingga kualitas dan harga terjamin 100%. Dengan rstandar yang sama dengan proyek-proyek nasional yang pernah Utomodeck Group tangani, seperti Istora Papua Bangkit, Bandara Hasanuddin Makassar, Bandara Syamsuddin Noor Kalimantan dan masih banyak lagi proyek lainnya.
Anthony Utomo, selaku Managing Director Utomodeck Group, sangat jeli melihat potensi anak muda untuk membangun kemandirian industri baja nasional.
“Untuk NTB pasokan rutin kita di NTB sekitar 30.000 sampai 40.000 meter per bulan. Juragan atap mendapat kepercayaan dari kontraktor dan masyarakat, karena kami adalah kepanjangan tangan dari pabrikan nasional. Jadi kami selalu menjaga kualitas ketebalan sesuai dengan yang dibutuhkan konsumen. Kami tidak ingin konsumen kecewa karena produk yang dibeli tidak terjamin kualitasnya,” terang Anthony.
Ia mencontohkan salah satu produk Utomodeck adalah genteng batik yang tampilannya seperti bersisik. Dimana, genteng batik mempunyai kelebihan sebagai pemecah suara hujan sehingga dapat meredam kebisingan yang ditimbulkan.
“Salah satu produk kami yang sudah dipatenkan adalah Nick krimping yang tidak menimbulkan tampias, jika dipasang tidak ada lagi kebocoran yang diakibatkan oleh tampias,” beber Anthony.
Ditambahkan Anthony, Utomodeck selalu melakukan berbagai inovasi dalam stiap produk yang dipasarkan dengan kualitas dan harga yang terjamin. Dan, berbagai inovasi itu dibawa ke NTB untuk dapat di ikmati oleh konsumen di daerah ini melalui Toko Surya Atap yang menjadi mitra terpercaya di NTB dengan harga pabrik.
Salah satu anak muda yang optimis terhadap pertumbuhan sektor industri baja adalah Adrian Hartanto, pemilik Toko Surya Atap, selaku mitra Juragan Atap. Adrian melihat peluang di sektor pariwisata NTB berangsur-angsur membaik, sehingga diharapkan agenda pembangunan daerah terus tumbuh. Semangat ini didasari oleh kehadiran vaksin COVID-19 yang akan memperbaiki iklim ekonomi nasional, serta produk-produk yang diproduksi Utomodeck sudah terbukti memiliki banyak keunggulan.
“Tidak bisa kita pungkiri kalau produk-produk atap atau baja ringan yang kualitasnya, seperti ketebalan dan kandungan aluminiumnya tidak sesuai. Sementara, produk-produk dari Utomodeck, kualitas dan harganya terjamin 100 persen. Sehingga percaya dapat memberikan terbaik bagi konsumen kita di NTB,” terang pengusaha muda itu.
Adrian juga mengaku bangga mendapat kepercayaan bermitra dengan Utomodeck Grup dalam memasarkan berbagai produk baja ringan yang berkualitas.
Beberapa pencapaian Utomodeck atas inovasi atap selama lebih dari 40 tahun diantaranya adalah, rekor muri sebagai pelopor atap tanpa sambungan, penghargaan rekor bisnis tahun 2014, rintisan teknologi dari Pemerintah Indonesia tahun 2016, penghargaan teknologi konstruksi dari Kementrian Pekerjaan Umum tahun 2015, Penghargaan Teknologi Konstruksi dari Kementrian PUPR tahun2014, penghargaan Bronze Stavie winner Asia Pasific tahun 2016, Penghargaan Rintisan Teknologi Industri dari Kementerian Perindustrian tahun 2018 dan yang paling fenomenal produk Utomodek tercatat sebagai atap tanpa sambungan terpanjang di dunia dan masuk dalam Guiness World Record pada tahun 2013.
Produk-produk Utomodeck yang dipasarkan melalui outlet-outlet Juragan Atap berfokus pada atap varian Bolt System, antara lain genteng metal, atap U575B, 1040, U9, U12, serta rangka baja ringan standard rumahan.
Membangun Indonesia dimulai dari atap yang berkualitas. Terlebih, untuk mendukung program pemerintah yaitu pembangunan sejuta rumah di Indonesia, dibutuhkan produsen sekaligus distributor material berkualitas. Harapan adanya outlet-outlet baru Juragan Atap di seluruh Indonesia akan menjadi rantai pasok dalam negeri bahkan ASEAN, serta memberi efek ganda bagi perekonomian Indonesia melalui peningkatan nilai tambah produk dalam negeri serta penyerapan tenaga kerja lokal.(rif/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )