Pasien Covid 19 Meningkat, Rumah Sakit Lakukan Efisiensi Oksigen
Foto : Persediaan oksigen di salah satu depo isi ulang oksigen di Mataram. (red/lomboktvnews.com)

Pasien Covid 19 Meningkat, Rumah Sakit Lakukan Efisiensi Oksigen

Mataram-Meningkatnya jumlah pasien covid 19 yang ditangani RSUD Provinsi NTB, membuat manajemen khawatir tenaga kesehatan terpapar covid 19. Beberapa langkah antisipasi pun telah diambil, yaitu dengan mengatur ulang tindakan operasi elektif dan nengalihfungsikan kamar perawatan reguler menjadi kamar perawatan isolasi pasien covid 19. Langkah antisipasi tersebut tertuang dalam surat edaran direktur RSUD Provinsi NTB nomor 060/25/RSUDP/2021 dan nomor 060/27/RSUDP/2021.
Dalam surat edaran itu ditegaskan bahwa dengan semakin meningkatnya pasien Covid 19 yang membutuhkan oksigen, mengharuskan RSUD Provinsi NTB untuk melakukan efisiensi penggunaan oksigen dengan menunda sementara tindakan operasi elektif atau yang sudah direncanakan. Penundaan tindakan elektif ini mulai berlaku per tanggal 28 Juli 2021.
Didisebutkan juga, bahwa dengan semakin meningkatnya kasus covid 19 yang ditangani RSUD Provinsi NTB yang membutuhkan ruang perawatan isolasi maka manajemen memutuskan untuk nengalihfungsikan ruang perawatan reguler menjadi ruang perawatan isolasi pasien covid 19. Dan untuk meminimalisir kemungkinan terpaparnya tenaga kesehatan dari penularan virus covid 19, maka jumlah pasien operasi elektif disesuaikan atau dikurangi yang disesuaikan dengan pengaturan jadwal dan jumlah operasi elektif yang dilakukan oleh masing-masing KSM berkoordinasi dengan bagian admisi dan instalasi bedah sentral.
Kasubag Humas RSUD Provinsi NTB, Solikin mengatakan bahwa tindakan operasi elektif atau terencana akan dilakukan penjadwalan ulang atau penundaan sementara yang disesuaikan dengan perkembangan kasus covid 19. Namun, untuk kondisi darurat akan ditangani melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Untuk operasi elektif ditunda untuk sementara, tapi kalau darurat dilakukan tindakan cyto atau emergency melalui IGD” jelasnya. Untuk batas waktu penundaan tindakan operasi elektif, menurut Solikin pihaknya masih menunggu petunjuk pimpinan dengan mempertimbangkan perkembangan kasus covid 19.
Sementara itu, Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra, MKes. MH saat dikonfirmasi menegaskan, pengaturan jumlah tindakan operasi elektif akan dilakukan sampai pasokan oksigen stabil dan kasus covid 19 turun.
“Bukan ditiadakan tapi ditunda kalau pasien elektif, kecuali kasus cyto atau pasien yang jika tidak dilakukan akan berakibat kematian. Dan kita sesuaikan sampai nanti kalau pasokan oksigen stabil dan sudah ada penurunan kasus covid 19” terang pria yang akrab disapa dr Jack itu.
Kebijakan tersebut untuk menyelamatkan masyarakat dan upaya meminimalisir penularan covid 19, khususnya di kalangan tenaga kesehatan yang belakangan banyak terpapar.
Kondisi yang sama juga terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah Praya, mengeluarkan surat edaran terkait penundaan sementara tindakan operasi elektif atau operasi terjadwal, menyusul meningkatnya kasus covid 19 dan terjadinya kelangkaan oksigen di Lombok Tengah. Surat edaran tersebut mulai berlaku 3 Agustus 2021 dan akan dilakukan evaluasi setiap tiga hari sembari memantau perkembangan kasus covid 19.
Dalam surat edaran tersebut, pihak RSUD Praya mengatakan penundaan dan peniadaan sementara operasi elektif atau operasi terjadwal bagi pasien dilakukan untuk mencegah penularan covid 19 ditengah terjadinya lonjakan kasus covid 19 di Lombok Tengah. Pihak RSUD Praya hanya akan melayani operasi cyto atau tindakan operasi dalam kondisi kedarutan. Sebelumnya, RSUD Praya juga mengeluarkan aturan meniadakan jam berkunjung bagi keluarga pasien yang dirawat sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. Humas Satgas Penanganan Covid-19 RSUD Praya, dr. Yudha Permana mengatakan aturan tidak ada jam berkunjung tersebut dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19, di tengah semakin tingginya kasus yang terkonfirmasi positif dan menjalani perawatan di ruang isolasi covid-19 RSUD Praya.(tim/mtr-ltg)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )