PBNW Minta Naskah Asli Nota Perdamaian Bersama RTGB dan TGB

PBNW Minta Naskah Asli Nota Perdamaian Bersama RTGB dan TGB

Lombok Timur – Pengurus Besar Nahdlatul Wathan meminta turunan asli perjanjian perdamaian bersama anatara RTGB.KH.Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani dengan TGB.Dr.H.M.Zainul Majdi yang ditanda tangani pada 23 Maret 2021 lalu ke Kemenkumham RI dan Pemprov. NTB.

Ketua Tim Kerja Penyelesaian Sengketa Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, H.M.Syamsu Rijal menegaskan pihaknya perlu mendapatkan salinan asli, Menyusul beredarnya naskah perjanjian ksepakatan bersama yang dicurigai tidak sesuai kesepakatan sesungguhnya.

Syamsul Rijal menegaskan bahwa ada dua point perjanjian tersebut yang dicurigai tidak sesuai dengan kesepakatan yakni butir keempat dan ketujuh, Dimana pada butir ke empat disepakati penggunaan logo antara NW dan NWDI tidak boleh sama, Masing – masing harus menggunakan logo sendir, NW tetap dengan logonya yakni hijau putih sementara NDI harus membuat logo yang berbeda, Namun faktanya dijelaskan Syamsu Rijal NWDI menggunakan logo yang hamper sama dengan logo N bedanya hanya tulisan NWDI.

Kemudian butir ke tujuh terkait Sekolah, Madrasah, Lembaga Sosial dan Lembaga Dakwah lainnya seperti Panti Asuhan, Asuhan Keluarga, Majelis Taklim yang bernaung dalam yayasan pendidikan yang dibentuk oleh Kader, Santri dan Jamaah Nahdlatul Wathan diberikan hak sepenuhnya untuk bebas memilih atau bergabung dengan kepengurusan organisasi yang dipimpin Pihak Pertama RTGB atau Pihak Kedua TGB tanpa adanya intimidasi atau paksaan.

Menurut Rijal butir ke tujuh ini telah disepakati dihapus oleh masing – masing pihak saat pembahasan draft kesepakatan bersama di Anjani pada 22 Maret atau sehari sebelum penandatanganan nota perdamaian.

“Karena dasar itulah maka kami meminta naskah asli perdamaian yang sampai sekarang kami dari PBN belum terima “ Ungkap Syamsul Rihal

Dengan beredarnya naskah perjanjian Kesepakatan Bersama yang tidak sesuai kesepakatan saat ini dianggap telah menimbulkan keresahan di kalangan NW.

“Dua point yang dicurigai ridak sesuai dengan kesepakatan itu juga telah berakibat serius pada semangat perdamian yang sudah di tanda tangani itu”Jelas Syamsu Rijal yang saat ini juga mencabat Ketua DPD Partai Hanura NTB.

“Saya berharap kedua belah pihak tetap komit dengan perdamaian yang telah ditanda tangani bersama itu, kami juga memohon bantuan dari Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal untuk tetap mengawal proses perdamaian ini”Pungkasnya.(ddy/ltm)

 

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )