Pemerintah Tetapkan 38 Ribu Hektar Lahan Sawah di Lotim Dilindungi

Pemerintah Tetapkan 38 Ribu Hektar Lahan Sawah di Lotim Dilindungi

Lombok Timur – Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang menetapkan peta Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di delapan provinsi, salah satunya adalah provinsi Nusa Tenggara Barat. Di wilayah Lombok Timur luas lahan sawah yang dilindungi seluas 38 ribu hektar lebih.
Penetapan LSD tersebut sebagai upaya untuk menjaga lahan sawah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Hal itu diungkapkan kepala Dinas Penanaman Modal dan Prizinan Satu Pintu Lombok Timur, Ahmad Dewanto Hadi. Dijelaskannya, keputusan tersebut menimbulkan persoalan bagi pemda Lombok Timur. Utamanya terkait dengan investasi, karena dibeberapi titik lahan sawah tersebut sudah digunakan untuk peruntukkan lain, salah satunya untuk kebutuhan investasi. Untuk menyiasati persoalan ini, paling tidak harus disiapkan sekitar 5.000 hektar lahan sawah, agar nantinya tidak repot ketika ada investasi masuk ke wilayah Lombok Timur.
Selain itu, pengurangan sekitar 5.000 hektar tersebut tidak akan berpengaruh terhadap produksi pangan di wilayah Lombok Timur, karena warga Lombok Timur kelebihan konsumsi beras sebanyak 67 kg per orang.
“Ada sekitar 38.000 Hektar yang kita tetapkan, tetapi kita tidak menutup mata bahwa sawahnya di beberapa lokasi peruntkannya untuk yang lain seperti kawasan perumahan dan lainnya. Kita sudah sudah menganalisis kurang lebih ada 5.000 hektar yang harus kita sediakan untuk mengatasi lahan sawah supaya kita tidak rkita,” sebut Hadi.
Harapannya, lanjut Hadi, dari 38 ribu hektar luas lahan sawah yang dilindungi tersebut dikurangi sebanyak 5.000 hektar untuk mempersiapkan lahan dengan peruntukan lainnya seperti pembangunan jalan, kawasan untuk kebutuhan investasi, dan pembangunan lainnya.(rhl/ltm)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )