Pemkot Mataram Desak Pemprov NTB Realisasikan Rencana Pembangunan Pemecah Gelombang

Pemkot Mataram Desak Pemprov NTB Realisasikan Rencana Pembangunan Pemecah Gelombang

Mataram – Pemerintah Kota Mataram mendesak pemerintah provinsi NTB, bersama Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1, segera merealisasikan rencana pembuatan water break atau pemecah gelombang diwilayah pantai Kota Mataram.
Dorongan untuk segera direalisasikan rencana pembuatan water break atau pemecah gelombang itu, disampaikan kepala Dinas Perikanan Dan Kelautan Kota Mataram, Irwan Harimansyah.
Irwan menyampaikan, persoalan penertiban perahu nelayanan ampenan yang memarkir perahunya di Kawasan Pantai Senggigi, merupakan persoalan serius, yang harus mendapat perhatian dari pemerintah provinsi NTB maupun BWS wilayah nusa tenggara 1.
Dikatannya, dari hasil koordinasi bersama Dinas Perikanan Provinsi NTB, ada sejumlah solusi yang ditawarkan untuk mengatasi persoalan ini.
Untuk jangka pendek, ungkap Irwan, nelayan Kota Mataram diizinkan tetap memarkir perahunya di Pantai Senggigi, hingga bulan Maret ini, atau hingga berakhirnya musim angin barat, dengan satu catatan, para nelayan Kota Mataram harus tetap memperhatikan kondusifitas, serta nilai estetika didestinasi wisata Pantai Senggigi.
Sedangkan untuk jangka panjang, pemerintah Provinsi NTB akan meminta BWS, membuat water break atau pemecah gelombang di wilayah pantai Kota Mataram.
Terkait solusi jangka panjang ini, Irwan berharap rencana tersebut segera di realisasikan, sehingga kedepan, nelayan Kota Mataram, bisa menambatkan perahunya di wilayah Kota Mataram, dan tidak lagi di wilayah Lombok Barat.
“Kita harapkan provinsi mencari solusi terbaik, sementara ini kita minta provinsi mempercepat realisasi pembangunan pemecah gelombang bekerja sama dengan BWS untuk tempat parkir nelayan,” harapnya.
Sementara itu, Camat Ampenan, Muzakir Walad, mengaku, pihaknya sudah berupaya melakukan komunikasi dengan pemerintah Kecamatan Batu Layar dan Pemerintah Desa Senggigi, untuk mencari solusi terbaik atas persoalan ini. Namun, sayangnya upaya komunikasi itu tidak berjalan optmimal, karena pemerintah desa setempat tetap bersikukuh untuk melakukan penertiban.
Namun,dengan adanya kesepakatan terkait masih di izinkannya para nelayan asal Ampenan, menambatkan perahunya di wilayah Senggigi, hingga musim angin barat berlalu, maka ia pun meminta warganya, agar sama-sama menahan diri, menjaga kondsifitas, serta memperhatikan nilai estetika di Destinasi Wisata Senggigi.
Muzakir pun telah meminta peguyuban nelayan, untuk sama-sema mematuhi hasil kesepakatan ini, dan mengawasi setiap anggotanya, untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu nilai estetika serta ketertiban di Wilayah Senggigi.(irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )