Pemkot Mataram Segera Bahas UMK 2022

Pemkot Mataram Segera Bahas UMK 2022

Mataram – Menyusul ditetapkan nya Upah Minimum Provinsi NTB, pemerintah Kota Mataram juga akan segera melakukan pembahasan untuk menetapkan besaran Upah Minimum Kota Mataram tahun 2022. Selain mengacu pada variabel yang ditetapkan oleh Kementrian Tenaga Kerja, penetapan besaran Upah Minimum Kota, juga akan tergantung dari besaran Upah Minumum Provinsi NTB .
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, H Rudy Suryawan menjelaskan, dengan telah rampungnya proses penetapan besaran Upah Minimum Provinsi NTB, pihaknya bersama dewan pengupahan akan segera membahas besaran Upah Minumum Kota Tahun 2022.
Rudy menargetkan, proses pembahasan besaran UMK ini, akan rampung pada akhir bulan November mendatang. Nantinya, hasil pembahasan tersebut akan diusulkan oleh walikota Mataram kepada gubernur NTB.
Dijelaskannya, terdapat beberapa indikator yang menjadi acuan dalam menetapkan UMK. Sesuai variabel yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Kemantrian Tenaga Kerja, penetapan upah minimum harus berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenaga kerjaan, yang meliputi variabel paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja, dan median upah. Rudy mengatakan, UMK Kota Mataram saat ini sebesar Rp. 2.184.000, dan jika melihat besaran upah minimum Provinsi NTB, yang telah ditetapkan beberapa hari lalu, besaran Upah Minimum Kota dipastikan akan mengalami kenaikan.
Sebab, sesuai aturan, besaran UMK harus lebih besar dari besaran UMP.
Jumlah kenaikan, tergantung dari hasil rapat pembahasan bersama dewan pengupahan, yang keanggotannya berasal dari unsur serikat pekerja dan asosiasi pengusaha.
“Kalau kita lihat diaturnya, UMK harus lebih besar dari UMP. Dan UMP sudah ditetapkan dann nanti kita akan segera bahas dengan dewan pengupahan, serikat pekerja dan pengusaha,” terang Rudy (irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )