Pencabutan Lot Pasar Jelojok Kopang Ricuh

Pencabutan Lot Pasar Jelojok Kopang Ricuh

Lombok Tengah- Pencabutan lot lanjutan bagi para pedagang yang akan menempati pasar jelojok kopang diwarnai kericuhan, Kericuhan terjadi karena asosiasi pedagang meminta pengundian lot ditunda dan meminta Disperindag Lombok Tengah segera mengeluarkan SK Bupati kepada 68 pedagang susulan.

Pencabutan lot lanjutan bagi para pedagang kios yang akan menempati pasar jelojok kopang kembali dilakukan dinas perdagangan kabupaten lombok tengah pada sabtu (16/05).

Pencabutan lot ini merupakan lanjutan yang mana untuk saat ini pencabutan lot diperuntukkan bagi para pedagang yang akan menempati kios yang berjumlah sekitar 92 orang dari jumlah Kios yang tersedia sebanyak 125 Kios dengan kategori yang akan dijual yakni pakaian, Aksesoris dan Alat Rumah Tangga.

Hadir dalam pencabutan lot lanjutan yakni Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Setiawan, S.Sos, Kepala UPT Pasar Jelojok Baiq Enly Susanti, ST, Kemudian para pedagang di panggil secara bergiliran dan menunjukan persyaratan yang telah di tentukan berupa KTP dan Surat Undangan dari pengelola Pasar Jelojok Kopang.

Namun, Saat proses pencabutan lot dilakukan sempat terjadi komplain oleh Perwakilan Asosiasi Pedagang yang menginginkan agar pelaksanaan pencabutan lot ditunda. Selain itu, Mereka juga menginginkan agar Disperindag Lombok Tengah segera mengeluarkan SK Bupati kepada para pedagang susulan yang berjumlah sekitar 68 Pedagang sesuai dengan hasil musyawarah antara Perwakilan Asosiasi Pedagang dengan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lombok Tengah.

Kapolsek Kopang AKP Putu Waicaka MT, S.A.P. yang melakukan pengamanan di lokasi mengatakan sempat terjadi kericuhan dan adu mulut antara asosiasi pedagang dengan pihak Disperindag Kabupaten Lombok Tengah. Namun situasi mereda setelah adanya kesepakatan antara kedua belah pihak. “Ya sempat tegang, Terjadi adu mulut antara asosiasi pedagang dengan Disperindag Lombok Tengah terkait belum adanya SK Bupati terhadap 68 pedagang tambahan. Namun kedua belah pihak akhirnya bisa menahan diri dan menemukan kesepakatan bersama”.Terang Putu Waicaka

Adapun hasil Kesepakatan bersama tersebut antara Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah, Perwakilan Asosiasi Pedagang dan Melalui sambungan telepon dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah bahwa para Pedagang Susulan yang belum memiliki SK Bupati yang jumlahnya 68 Pedagang tersebut dijanjikan akan diterbitkan SK(surat keputusan) berdagang di Pasar Jelojok pada hari Senin tanggal 18 Mei 2020. Dengan adanya kesepakatan bersama tersebut Pencabutan Lot bagi para Pedagang yang akan menempati Kios kembali dilanjutkan hingga selesai.

Sementara itu, Relokasi pedagang ke Pasar Jelojok Kopang hingga saat ini belum bisa dilakukan karena masih menunggu arahan dari Bupati Lombok Tengah, Pasar Jelojok sebagai salah satu pasar tradisional terbesar di NTB akan ditempati oleh oleh 667 pedagang dengan tambahan 68 pedagang, Proses pencabutan lot Pasar Jelojok Kopang belum rampung dilakukan hingga dikeluarkannya SK bagi 68 pedagang susulan.(ded/ltng)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )