Pendapatan Retribusi Parkir Non Tunai Pemkot Mataram Melonjak

Pendapatan Retribusi Parkir Non Tunai Pemkot Mataram Melonjak

Mataram – Perubahan sistem penarikan retribusi parkir tepi jalan umum, dari tunai ke non tunai terbilang efektif, dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah.
Hal ini terlihat, dari melonjaknya penerimaan retribusi parkir di Kota Mataram, pada awal tahun 2022 ini. Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, M Saleh menyampaikan, kebijakan penguatan dari aspek kebutuhan SDM, anggaran, serta sarana dan prasarana oleh pemerintah Kota Mataram, dinilai sangat berpengaruh pada optimalisasi pendapatan dari retribusi parkir tepi jalan umum.
Dengan anggaran operasional yang cukup, serta pasilitas seperti mobil patroli, kendaraan untuk kolektor, serta penambahan tenaga IT, membuat fungsi dari UPTD pengelolaan parkir semakin efektif.
Dimana, jika pada tahun sebelumnya, dana yang dikucurkan untuk operasional pengelolaan parkir, hanya berkisar pada angka Rp. 400 juta, maka pada tahun ini, terjadi penambahan anggaran hingga mencapai Rp. 4 miliar.
Saat ini, lebih dari 500 titik parkir, dari total keseluruhan titik parkir sebanyak 700 titik, sudah menerapkan sistem pembayaran non tuna. Jika pada periode yang sama di tahun 2021 lalu, realisasi retribusi parkir hanya senilai Rp.66, 1 juta, maka pada awal tahun 2022 ini, realisasinya sudah mencapai Rp.730,7 juta lebih. Melihat capaian tersebut, Saleh pun optimis, target penerimaan retribusi parkir tepi jalan umum, akan mampu mencapai target. Namun, pihaknya tetap mengusulkan untuk mengurangi target yang ditetapkan sebelumnya.
Target sebelumnya, sebesar Rp. 28 miliar merupakan target yang bisa dicapai, jika ada perubahan tarif, namun sampai saat ini belum ada perubahan perda yang mengatur kenaikan tarif retribusi parkir.
“Kita bandingkan antara Januari-Februari 2021 sebesar Rp. 66,1 juta dengan Januari-Februari tahun 2022 sebesar Rp. 730,7 juta, cuman mungkin perlu perbaikan target dan pengawasan,” ujar Saleh.
M. Saleh menyampaikan, terkait potensi penerimaan retribusi parkir tepi jalan umum, Balitbang Kota Mataram sendiri, telah melakukan penelitian. Dari penelitian yang dilakukan, ada 3 opsi perhitungan, yakni perhitungan selama 7 hari kerja, dengan perkiraan pendapatan Rp. 13 miliar, perhitungan 6 hari kerja dengan pendapatan Rp. 11 miliar, serta perhitungan 5 hari kerja, dengan pendapatan Rp. 9 miliar.
Dari 3 opsi tersebut, pihaknya lebih cenderung memilih sistem perhitungan 6 hari kerja, dengan potensi pendapatan Rp. 11 miliar. Salah satu alasannya, karena pada hari Minggu, terjadi trend penuran penerimaan 50 hingga 60 persen, akibat hampir sebagian komplek pertokoan tutup.(irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )