Pengiriman Calon PMI ke Malaysia Masih Ditutup, P3MI Diminta Taat Aturan

Pengiriman Calon PMI ke Malaysia Masih Ditutup, P3MI Diminta Taat Aturan

Mataram – Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), diminta untuk tidak melakukan proses perekrutan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan tujuan Malaysia, mengingat negara tersebut belum dibuka secara resmi sejak dua tahun terakhir. Jika ada P3MI yang tetap melakukan rekrutmen, maka akan diberikan sanksi, hingga ancaman pencabutan ijin operasional.
Hal tersebut disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Wilayah NTB, Abri Danar Prabawa, setelah adanya laporan masyarakat terkait dugaan perekrutan calon PMI ke Malaysia oleh salah satu Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Mataram.
Abri mengatakan, pihaknya bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB telah meninjau langsung lokasi yang diduga menjadi tempat perekrutan calon PMI tersebut, yang intinya kata Abri, tidak boleh ada perekrutan PMI ke Malaysia sebelum negara itu dibuka lagi secara resmi. Abri menegaskan sampai hari ini Malaysia masih ditutup, dan masyarakat diminta agar berhati-hati dan tidak terpengaruh rayuan perusahaan atau tekong. Masyarakat diminta bersabar menunggu kebijakan pemerintah pusat, terkait dengan pembukaan Malaysia sebagai negara penempatan PMI. Masyarakat diimbau tidak menempuh jalur ilegal untuk bisa masuk negara Malaysia, karena sangat berisiko dan melanggar aturan.
“Ada laporan bahwa salah satu P3MI di Mataram melakukan proses seleksi penerimaan PMI tujuan Malaysia. Dan kami langsung melakukan koordinasi dengan Disnaker Provinsi, kita sama-sama melakukan pengecekan. Intinya sampai sekarang, Malaysia belum menerima PMI. Kita harus berhati-hati terhadap informasi kepada masyarakat. Penyelenggara juga kita minta untuk membantu melakukan sosialisasi sesuai surat edaran,” tandasnya.
Sementara itu, berdasarkan surat edaran kementrian tenaga kerja, sudah ada sekitar 58 negara penempatan yang sudah dibuka untuk pengiriman PMI. Namun, Malaysia yang menjadi negara favorit PMI asal NTB hingga kini belum dibuka, karena masih dalam proses negosiasi antara pemerintah RI dan Malaysia terkait dengan beberapa hal yang harus disepakati.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah juga mengatakan, pihaknya berharap pada bulan Maret ini, MoU tentang penempatan PMI akan ditandatangani oleh Indonesia dan Malaysia. Dimana, saat ini draf naskah MoU tersebut hampir final dan diharapkan tidak ada kendala apapun dalam pembahasan tingkat lanjutan.(ddy/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )