Pengusaha Mataram Jadi Sasaran Penipuan Pajak Daerah

Pengusaha Mataram Jadi Sasaran Penipuan Pajak Daerah

Mataram – Aksi penipuan dengan mengatasnamakan pejabat Pemkot Mataram, kembali terjadi. Tidak hanya menyasar para guru PNS, namun juga menyasar para pengusaha atau wajib pajak.
Praktik penipuan, yang menyasar pengusaha atau wajib pajak di Mataram itu disampaikan langsung oleh Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, HM Syakirin Hukmi.
Dikatakannya, kasus penipuan kepada pengusaha dengan menggunakan nama Badan Keuangan Daerah, sudah beberapa kali terjadi di kota mataram, dan hal itu cukup merepotkan otoritas fiskal daerah. Kasus penipuan itu terjadi, pada saat pihaknya melakukan pemeriksaan objek pajak, serta melakukan penertiban terhadap sejumlah objek pajak yang menunggak pajak, dengan melakukan penagihan langsung kepada pengusaha mengatasnamakan pejabat BKD. Kasus tersebut langsung direspon, dengan memberikan pesan kepada seluruh wajib pajak, agar waspada jika ada pihak-pihak mengatasnamakan BKD, melakukan penagihan pajak langsung kepada pengusaha.
“Pada saat kami melakukan pemeriksaan pajak dan kami sudah langsung informasikan, rupanya dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu. Tapi orangnya nggak tahu mereka dimana. Kami sudah mengingatkan kepada semua wajib pajak bahwa tidak ada uang yang disetor ke perorangan,” tegas Syakirin.
Kepala Bidang Pelayanan Penyuluhan Dan Penagihan Pada Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin menyampaikan, modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat BKD itu, menimpa salah satu pengusaha reklame, yang reklamenya disegel karena menunggak pajak.
Setelah pihaknya melakukan penagihan, oknum tersebut langsung menghubungi pemilik reklame dengan berpura-pura menjadi kepala BKD Kota Matara. Pelaku menggiring pengusaha untuk membayar kewajiban pajak daerah, melalui transfer ke rekening pribadi agar pengusaha tersebut bisa membuka tanda segel yang telah dipasang dimedia reklamenya.
Amrin juga menyebut, pengusaha yang menjadi korban penipuan pajak itu, merupakan salah satu pengusaha yang kerap menunggak pajak, serta jarang berhubungan langsung dengan BKD Kota Mataram.
Sehingga atas kasus ini, pihaknya meminta pengusaha agar mengkonfirmasi ulang, jika ada pihak-pihak yang melakukan penagihan pajak dengan mengatasnamakan ASN BKD Kota Mataram.
“Pada saat kami melakukan penindakan salah satu wajib pajak reklame penipu langsung telepon, dia tahu pemiliknya, dia mengaku Kepala BKD, dia bilang lagi di Jakarta dan kalau mau kamu segel itu dia diminta transfer sejumlah dana ke rekening atas nama istri dan anak dan celakanyaitu sudah sebesar 25 juta,” ujar Amrin.
Amrin menambahkan, modus penipuan dengan mengatasnamakan pejabat BKD, tidak hanya menyasar para pengusaha reklame, namun juga menyasar para pelaku usaha hotel dan restoran.
Namun, para pelaku hotel dan restoran berhasil terhindar sebagai korban penipuan, setelah mereka langsung mengkonfirmasi, adanya penagihan pembayaran pajak secara langsung itu ke pihak BKD Kota Mataram.(irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )