Pengusaha Restoran Terbukti Tidak Jujur Lapor Pajak

Pengusaha Restoran Terbukti Tidak Jujur Lapor Pajak

Mataram – Kecurigaan Badan Keuangan Daerah terkait adanya dugaan kebocoran penerimaan pajak restoran mulai terbukti kebenarannya.
Dari pengawasan yang telah dilakukan diketemukan jika hampir sebagian restoran yang menjadi objek pengawasan hanya menyetor sekitar 5 persen dari keseluruhan pajak yang dipungut dari konsumen.
Kepala Bidang Pelayanan Penagihan dan Penyuluhan Badan Keungan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin menyampaikan, proses pengawasan kewajaran omzet pajak restoran yang dilakukan di enam restoran di Mataram sudah rampung.
Dari hasil pengawasan tersebut telah terbukti jika para pengusaha restoran yang menjadi objek pengawasan tidak jujur melaporkan pajak mereka
Dari enam restoran yang diawasi hanya satu restoran yang jujur melaporkan pajaknya sesuai nilai pajak yang dipungut dari konsumen sementara sisanya ditemukan ada selisih yang sangat mencolok
Kelima restoran tersebut ungkap Amrin, hanya menyetorkan kurang dari 5 persen dari keseluruhan nilai pajak yang mereka pungut. Sebelum dilakukan pengawasan restoran-restoran tersebut rata-rata menyetor pajak sebesar 5 juta rupiah padahal nilai pajak yang dipungut terbilang cukup besar bisa mencapai lebih dari Rp. 50 juta setiap bulannya
Terhadap fakta yang ditemukan tersebut pihaknya mulai melayangkan surat pemanggilan dan meminta pengusaha nakal tersebut membayar atau melunasi selisih pajak yang belum disetorkan ke kas daerah.
Jika hal itu tak dipenuhi, maka restoran nakal itu akan diberikan sanksi berupa pencabutan izin usahanya.
“Hasil temuan kita, selisihnya sangat jauh perbedaan sekitar 95% kekurangannya ada lima, kalau yang satu bagus tidak ada selisihnya,” sebut Amrin.
Pajak restoran sendiri menjadi salah satu sektor penerimaan pajak yang sangat potensial memberikan pemasukan bagi kas daerah pemerintah kota mataram
Pada tahun 2022 ini, target penerimaan pajak restoran di tetapkan sebesar Rp. 24 miliar. Dan hingga akhir bulan Agustus ini realisasinya sudah mencapai Rp. 20 miliar atau sekitar 85 persen.(irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )