Perpanjang Kerjasama d’parkir, RSUD Kota Mataram Abaikan Rekomendasi Sekda
Foto : Lahan parkir RSUD Kota Mataram (irham/lomboktvnews.com)

Perpanjang Kerjasama d’parkir, RSUD Kota Mataram Abaikan Rekomendasi Sekda

Mataram-Kabar adanya kesepakatan perpanjangan kontrak kerjasama, antara RSUD Kota Mataram dengan d’parkir selaku pengelola parkir RSUD Kota Mataram, disampaikan Kepala BKD Kota Mataram, HM Syakirin Hukmi.
Syakirin mengatakan, terkait persoalan pengelolaan parkir RSUD Kota Mataram, pihaknya mendapat mandat dari Sekda Kota Mataram untuk melakukan valuasi kontrak kerjasama tersebut. d’parkir selaku pengelola parkir RSUD, sejak tahun 2018 lalu, masih belum memenuhi kewajibannya melunasi tunggakan pajak yang seharusnya disetor ke kas daerah. Namun, dalam prosesnya, pihaknya justru mendapatkan informasi, jika pihak RSUD Kota Mataram, dikabarkan telah memperpanjang kontrak kerjasama dengan rekanan yang mereka nilai telah melakukan wanprestasi.
Adanya kabar tersebut, membuat Syakirin kecewa, karena keputusan tersebut di ambil oleh pihak RSUD Kota Mataram tanpa melakukan koordinasi terlebih dahulu.
Syakirin mengatakan, pihaknya akan terus berupaya optimal untuk menyelesaikan persoalan tunggakan pajak parkir RSUD Kota Mataram, bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri MaMatar.
“Informasinya sudah diperpanjang. Harusnya berkoodinasi dengan kita. Kalau sudah diperpanjang siapa yang tanda tangan kita belum lihat dokumennya. Tapi yang jelas kami tetap berusaha maksimal untuk melakukan penagihan” ujar Syakirin.
Kabar yang menyebut adanya kesepakatan antara RSUD Kota Mataram dengan d’parkir melakukan perpanjangan kontrak kerjasama, jelas bertentangan dengan rekomendasi yang dikeluarkan Sekda Kota Mataram Effendi Eko Saswito.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, terkait persoalan pengelolaan parkir RSUD Kota Mataram, Eko menegaskan perusahaan tersebut dinyatakan melakukan wanprestasi, karena tidak memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan perjanjian kerjasama. Dan atas dasar itulah, kemudian dikeluarkan rekomendasi pemutusan kontrak kerjasama.
“Kalau tidak mau melaksanakan kewajibannya, itu artinya sudah melihat wanprestasi dan itu pasti ada konsekuensinya” tegas Eko.
Sebelumnya diberitakan, d’parkir selaku pengelola parkir RSUD Kota Mataram masih menunggak pajak sejak tahun 2018, dengan nilai tunggakan mencapai lebih dari Rp.600 juta.
Terkait tunggakan pajak tersebut, BKD Kota Mataram selaku pengelola pajak daerah, telah melakukan upaya penagihan. Terlebih masalah tunggakan pajak tersebut, menjadi salah satu temuan Badan Pemeriksa Keuangan.(irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )