Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW)Destinasi Pariwisata Super Prioritas Mandalika

Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW)Destinasi Pariwisata Super Prioritas Mandalika

Mataram- Peranan dan arti penting usaha kerajinan dalam pembangunan bangsa adalah sebagai wahana pemerataan pendapatan, penciptaan usaha baru serta upaya pelestarian budaya bangsa. Keberadaan kerajinan sebagai salah satu pendukung ekonomi kreatif memberikan kontribusi cukup besar ekonomi nasional. Kerajinan, merupakan salah satu sektor industri kreatif yang mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Industri kerajinan yang didominasi oleh pelaku UKM untuk terus dikembangkan, sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan yang cukup besar.

Salah satu pengembangan kerajinan yang dilakukan oleh Dekranas adalah memberikan perhatian pada generasi muda millennial untuk dapat berkarya di bidang kerajinan melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) bekerja sama dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program pelatihan dan kursus ini selain memberikan kapasitas peningkatan SDM juga memberikan dana bantuan pemerintah dalam bentuk modal rintissan usaha agar dikembangkan menjadi sentra – sentra wirausha baru kerajinan mendukung pariwisata di lima Kawasan Super Nasional Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Likupang dan Labuan Bajo.

Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) merupakan juga upaya untuk menanggulangi remaja putus sekolah dan tidak melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi melalui pendidikan vokasi dengan menyediakan alternatif layanan melalui kursus dan pelatihan.

Dilandasi kesadaran akan kelangsungan hidup dari kerajinan yang menopang kehidupan berjuta-juta keluarga yang dihadapkan pada kemajuan teknologi industri, serta satu sisi amanat pelestarian nilai budaya bangsa yang tercermin dalam produk kerajinan, maka dipandang perlu adanya wadah partisipasi masyarakat yang berfungsi membantu sebagai mitra pemerintah dalam membina dan mengembangkan kerajinan khususnya  mendukung Pariwisata di 5 Destinasi Wisata Super Prioritas Toba, Borobudur, Likupang, Mandalika dan Labuan Bajo.

Secara geografis posisi Mandalika di Pulau Lombok dekat dengan Pulau Bali yang merupakan episentrum pariwisata Indonesia memiliki potensi alam yang luar biasa, bagaikan putri cantik jelita dengan segala keindahannya. Mandalika memiliki destinasi wisata utama berupa kawasan pesisir selatan NTB dengan keunikan tersendiri, hingga keistimewaan adat istiadat penduduknya. Keberadaan Mandalika perlu di dukung semua fihak agar dapat benar benar menjadi Destinasi Wisata Super Prioritas, salah satunya yang dilakukan oleh DEKRANAS, yakni merintis adanya kerajinan lokal yang bercita rasa Internasional serta menumbuhkan wirausaha muda bidang kerajinan yang kompetitif dan berkualitas.

Dekranas bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) bagi putra – putri generasi muda millenial untuk dapat mencintai warisan budaya adiluhung bidang kerajinan terutama mendukung Destinasi Wisata Super Prioritas, seperti yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak H. Joko Widodo beberapa waktu silam.

Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) merupakan layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha yang di dalamnya memiliki kurikulum kecakapan Materi Kewirausahaan, Keterampilan Kriya berbasis Teknologi dan Rintisan Usaha yang mengedepankan Teknologi Informasi Komunikasi.

Hasil dan dampak yang diharapkan dari Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dapat meningkatkan SDM muda bidang kriya, yang diharapkan setelah selesai kegiatan ini akan memacu tumbuhnya crafter – crafter muda yang handal dan menghasilkan karya  – karya luar biasa dengan kemampuan yang kompetitif, produktif dan kompeten di bidang kriya kekinian seperti sablon kaos, Cukli, tempat sabun dari sisa kerang, relief logam, inovasi tenun lombok, dan kerajinan bahan bambu.

Program PKW adalah layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha. Dengan tujuan tersebut maka diharapkan program PKW dapat diakses dan dilaksanakan dengan prinsip-prinsip tepat sasaran, tepat guna, tepat waktu, bermutu, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel). Tujuan penyelenggaraan Program (PKW) bidang kriya ini antara lain :

  • Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, sikap dan pola pikir berwirausaha melalui kursus dan pelatihan kepada peserta didik di bidang kerajinan.
  • Memotivasi dan menciptakan rintisan usaha baru di bidang kerajinan serta pendampingan untuk dapat berkembang dan mampu bermitra dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)/Dunia Usaha, Permodalan, dan Pemasaran serta instansi terkait.

Kegiatan PKW di Destinasi Super Prioritas Mandalika ini diikuti oleh 200 orang peserta yang berasal dari wilayah Mandalika dan sekitarnya yang berusia millennial  antara 15 s.d 30 tahun, merupakan remaja – remaja putus sekolah atau lulus tidak melanjutkan, Belum memiliki pekerjaan tetap atau menganggur serta prioritas dari keluarga kurang mampu.

Kegiatan PKW ini melibatkan 7 Pusat Kegiatan Belajar yang berasal dari penyelenggara pendidikan formal maupun non formal sebagai pelaksana lapangan kegiatan antara lain : PKBM Bani Hasyim, PKBM Montong Lombok Sejahtera, SMKN 1 Pujut, SMKN 3 Pujut, SMKN 1 Praya Timur, SMK Birrul Walidain NW, SMKN 1 Lembar. Untuk meningkatkan kemampuan rintisan usaha kegiatan PKW ini juga bekerja sama dengan Lembaga Permodalan dan UKM kerajinan sebagai mitra atau dunia kerja di wilayah Mandalika.

Dalam rangka menjamin kompetensi peserta, struktur kurikulum dan silabi disusun berupa 3 Materi pembelajaran pokok dengan rincian 32 Jam Pelajaran Teori, 118 Jam Pelajaran Praktek dan 200 jam Rintisan Usaha di lapangan berlangsung selama 1 bulan lebih. Adapun Materi pembelajaran berupa :

  • Pembelajaran Keterampilan dengan pokok bahasan, Desain Produk Kriya Inovatif, Teknik Kriya Inovatif dan Pembuatan Produk;
  • Pembelajaran Kewirausahaan dengan pokok bahasan Craftpreneur: Wirausaha bidang kriya, Product Development; Tim Building, Pengembangan Bisnis dan Pemasaran, Strategi Pendanaan (Fund Rising) dan Akses Permodalan, Persiapan Exit/ Kelembagaan Usaha/ Koperasi/ BUM Kelompok, Legalitas usaha, HKI (Hak Cipta, Desain Industri dan Merk dagang), Penyusunan Business Model Canvas, Penyusunan Business Plan, Penyusunan Cash flow dan Laporan keuangan perusahaan;
  • Pendampingan Rintisan Usaha dengan pokok bahasan Pemasaran dan penjualan konvensional dan E-marketing digital Less Contact Economy.

Untuk mengukur efektivitas dan hasil kegiatan PKW ini pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi dan monitoring pada aspek penyelenggaran kegiatan di lembaga dan Aspek evaluasi peserta terdiri dari :

  • Keaktifan dan resposibilitas mengikuti kegiatan
  • Kualitas Hasil Produk Karya Pelatihan
  • Omzet Rintisan usaha.
CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )