Puluhan Warga NTT Terdampar Di NTB
Foto:Puluhan Wara NTT Terdampar di NTB (sarah/lomboktvnews.com)

Puluhan Warga NTT Terdampar Di NTB

Mataram– Puluhan Warga NTT Terdampar di NTB dikarenakan Kebijakan karantina Pemerintah Daerah di Provinsi NTT yang melarang warganya baik dari luar daerah dan luar negeri masuk ke wilayahnya selama pandemi Covid-19.

Guna menghindari terjadinya penumpukan orang,  Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perhubungan NTB mengupayakan sejumlah solusi untuk kepulangan puluhan warga NTT tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB H. Lalu Bayu Windia mengatakan, gelombang kepulangan warga NTT melalui dua pelabuhan yaitu Pelabuhan Sape dan Lembar akan terus berlangsung. Mereka adalah warga NTT yang selama ini bekerja di Jawa, Bali dan provinsi lainnya yang pulang kampung karena aktivitas di tempat bekerja mereka sudah sangat terbatas akibat Covid-19.

“Mereka tak kuat bertahan hidup di rantau, sehingga memilih pulang kampung, Tapi Pemprov NTT kebijakannya menutup pintu masuk lewat laut, Ditingkat Dishub, sudah dilakukan komunikasi, Kamis kemarin, komunikasi berhasil, Sekarang komunikasi gagal lagi,” kata Lalu Bayu Windia pada Sabtu (18/4).

Bayu juga mengatakan saat ini di Pelabuhan Lembar ada sekitar 35 warga NTT dengan tujuan sejumlah daerah di Pulau Sumba masih tertahan, Disamping itu juga bekal yang mereka miliki semakin terbatas untuk bertahan hidup, Sehingga solusi sementara dengan alasan kemanusiaan, Dinas Sosial Provinsi NTB diharapkan bisa membantu warga NTT dengan memberikan makanan di Pelabuhan Lembar.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy menjelaskan bahwa Gubernur NTB sudah melakukan komunikasi dengan Gubernur NTT tentang persoalan ini.

“Gubernur Zul sudah bersurat resmi ke Gubernur NTT Victor Laiskodat agar meninjau kembali kebijakan Pemda di wilayahnya, Alhamdulillah koordinasi terus dilakukan, dan sejauh ini hasilnya sangat positif,” ujarnya

Ditegaskan Nadjamuddin Pemerintah Provinsi NTB terus berikhtiar memutus mata rantai penyebaran covid-19, Namun tetap dengan langkah yang bijak sebagai bangsa yang besar.

“Kalau Pemprov Jateng memperhatikan warga NTB yang tidak mudik di Semarang itu adalah contoh baik, Betapa rasa keindonesiaan kita sangat terasa saat kita berada dalam musibah dan nasib yang sama, Dan itu adalah modal sosial yang tidak boleh hilang dan tergerus dari sisi kemanusiaan kita, NTB juga demikian,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan Gubernur NTB sudah bersurat resmi ke Gubernur NTT Victor Laiskodat agar meninjau kembali kebijakan-nya dan hasil dari koordinasi yang dilakukan antara Pemerintah NTB dan Pemerintah NTT telah menghasilkan titik temu yg positif.

Menurut informasi yang dihimpun sebagian warga NTT telah berhasil dipulangkan menggunakan KM Egon.(may/mtr)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )