Pupuk Langka, Pemerintah Diminta Tindak Tegas Distributor Nakal

Pupuk Langka, Pemerintah Diminta Tindak Tegas Distributor Nakal

Loteng – Memasuki musim tanam padi tahun ini, kelangkaan pupuk bersubsidi kembali dikeluhkan para petani di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kelangkaan pupuk bersubsidi terjadi, diduga akibat ulah para distributor, yang ingin meraup untung berlipat, dengan mempermainkan harga pupuk. Ketika harga pupuk bersubsidi langka, maka pupuk non subsidi bisa dijual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Petani pun terpaksa harus menambah biaya produksi, dengan membeli pupuk non subsidi yang lebih mahal dari pupuk bersubsidi. Kepala Dinas Pertanian Dan Perkebunan Provinsi NTB, Muhammad Riadi mengatakan kondisi ini tidak hanya terjadi di wilayah NTB, namun juga hampir di seluruh Indonesia.
Masalahnya bukan pada jumlah kuota pupuk bersubsidi yang diberikan pemerintah, namun lebih kepada cara dan kebiasaan para petani dalam menggunakan pupuk bersubsidi.
Riadi menjelaskan, kuota pupuk bersubsidi dihitung per satu tahun, dan terbagi dalam tiga kali masa tanam. Namun, kebiasaan para petani, sering menghabiskan kuota pupuk bersubsidi hanya di awal tahun atau masa tanam pertama. Sehingga, ketika memasuki masa tanam kedua dan ketiga biasanya stok pupuk bersubsidi akan habis.
Riadi juga menjelaskan kuota pupuk bersubsidi tahun ini untuk NTB hampir seratus persen nya sudah direalisasikan.
“Tidak hanya di NTB saja terjadi kelangkaan pupuk, diseluruh Indonesia juga terjadi teriakan seperti ini. Petani itu diberikan kuota satu tahun, untuk tiga kali musim tanam. Tapi oleh petani jatah nya itu dihabiskan pada musim tanam pertama sehingga musim tanam kedua dan ketiga sudah habis jatahnya,” terang Riadi.
Sementara itu, terkait adanya dugaan permainan harga yang dilakukan para distributor, Riadi mengatakan bahwa pihaknya tidak yakin karena jarang bisa dibuktikan. Selain itu, kemungkinan para distributor bermain juga sangat kecil, karena resiko yang akan ditanggung tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh. Distributor yang diketahui menjual pupuk subsidi diatas HET, bisa terancam dicabut ijin usahanya dan dilaporkan ke pihak kepolisian dan APH.
Sebelumnya, sejumlah masa dari Lembaga Swadaya Masyarakat Lombok Tengah Selatan mendatangi kantor DPRD NTB, terkait kelangkaan pupuk bersubsidi dan permainan harga pupuk non subsidi yang dilakukan para distributor. Mereka menuntut pemerintah dalam hal ini Distanbun turun menindak tegas para distributor yang melakukan penjualan diatas harga eceran tertinggi atau HET yang ditetapkan pemerintah.(ddy/ltg)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )