Rapid Test Berbasis Masjid, Dua Orang Dinyatakan Reaktif
Foto:Bupati Lombok Timur Sukiman Azmi saat mengikuti proses rapid tes berbasis Masjid Di masjid Al Mujahidin Selong (ruhaili/lomboktvnews.com)

Rapid Test Berbasis Masjid, Dua Orang Dinyatakan Reaktif

Selong– Salah satu upaya pemerintah Kabupaten Lombok Timur menghentikan meluasnya penularan virus Covid-19 yaitu melaksanakan rapid test berbasis masjid yang diselenggarakan berbarengan dengan pelaksanaan sholat Jum’at, 22/05/20.

Pelaksanaan rapid test berbasis masjid dilaksanakan di masjid kabupaten yaitu Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, 21 Masjid Kecamatan dan 254 masjid Desa dengan total 269 masjid.
Pelaksanaan rapid test berbasis masjid ini sukses dilaksanakan dengan hasil yaitu Jumlah Jamaah yg diukur suhunya 83.310 orang, kemudian jumlah yang dirapid 14 orang, dengan hasil 2 reaktif dan 12 non reaktif.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur Sukiman Azmi mengikuti pelaksanaan rapid test sembari melaksanakan sholat Jumat di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong dan langsung menjadi Khatib Sholat Jumat.

Dalam khotbahnya, Bupati Sukiman menyampaikan dari 410 jumlah orang yang terkonfirmasi positif covid-19 di NTB, di Lombok Timur jumlahnya 42 orang dengan 36 orang sembuh, 5 orang masih dirawat dan 1 orang meninggal. Melihat angka tersebut jumlah pasien positif di Lombok Timur dengan penduduk terbesar di NTB, sekitar 10 % dari jumlah kasus di NTB.

Berbagai upaya terus dilakukan termasuk melaksanakan pembatasan kegiatan sosial seperti pelaksanaan ibadah sholat Jum’at dan Tarawih. Hal ini dimaksudkan melindungi masyarakat Lombok Timur.

“bukan bermaksud melarang masyarakat beribadah tetapi ini dimaksudkan untuk melindungi masyarakat” tegasnya.

Selain itu, Ia juga mengingatkan bahwa ibadah lebih utama dilihat dari keikhlasan dan kekhusukan menjalankannya, bukan semata pada tempatnya. Dalam upaya terus menekan persebaran Covid 19 di daerah ini Bupati juga meminta keikhlasan masyarakat untuk melaksanakan Sholat Iedul Fitri 1 Syawal 1441 H dilakukan di rumah masing-masing dengan tetap disiplin menjalani protokol kesehatan.

Dengan berbagai usaha yang telah dilakukan mulai dari Rapid Test berbasis pasar, kemudian Rapid Test berbasis Masjid yang dilakukan hari ini, setelah melalui evaluasi dan kesimpulan dengan hasil yang baik, wabah ini diharapkan segera berakhir dan masyarakat bisa hidup kembali secara normal.

Sesuai protokol pelaksanaan rapid test berbasis Masjid ini, di setiap Masjid yang menjadi fokus kegiatan dilakukan disinfeksi oleh Dinas Kesehatan sebelum pelaksanaannya. Pada hari pelaksanaan setiap jamaah diukur suhu tubuh dengan thermo gun. Jamaah yang memiliki suhu di atas normal tidak diperkenankan mengikuti shalat Jumat dan harus menjalani rapid test. Untuk pelaksanaan di Masjid Agung Al-Mujahidin dari tak kurang 1850 jamaah tidak ada yang suhu tubuhnya di atas normal. Suhu jamaah berkisar antara 36-36,8°, sehingga tidak ada yang yang menjalani rapid test.

Protokol yang juga dijalankan pada kegiatan ini adalah Jamaah harus mengenakan masker dan membawa perlengkapan shalat dari rumah.

Usai kegiatan ini aktivitas seluruh masjid yang ada kembali dibatasi. Sementara itu hasilnya akan menjadi bahan kajian untuk evaluasi berbagai kebijakan yang akan diambil Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lombok Timur.(hel/ltm)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )